SENIN , 18 JUNI 2018

Rivalitas Kader Demokrat di Pilwalkot Makassar

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Jumat , 09 Juni 2017 18:39
Rivalitas Kader Demokrat di Pilwalkot Makassar

Ilustrasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Jelang Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2018 mendatang, tidak dipungkiri Partai Demokrat semakin kurang harmonis. Bahkan, kader DPC Demokrat Makassar mulai secara terang – terang memberikan dukungan kedua kader berbeda, yakni Ketua DPC Demokrat Makassar Adi Rasyid Ali dan Sekretaris DPD Demokrat Sulsel Syamsu Rizal yang sama-sama jadi bakal calon (Balon) Walikota Makassar.

Bendahara Demokrat Makassar, Abdi Asmara terkesan mendukung Ara, –sapaan akrab Adi Rasyid Ali menjadi wakil Wali Kota mendampingi Wali Kota Petahana, Danny Pomanto. Menurutnya, sebagai Partai pengusung Danny pada Pilwalkot tahun lalu, Demokrat mestinya menjadi patron koalisi pengusung Danny. Hal ini bukan tanpa alasan, dia menilai bahwa Danny telah sukses mengukir prestasi semenjak memimpin Kota Makassar.”Pak Ara itu kan memang sebagai ketua partai wajib mensosialisasikan diri. Kalau di kader yakin dan percaya seribu persen (mendukung). Karena pak ARAitu kader tulen. Tidak diragukan birunya, dia salah satu deklarator, sehingga Demokrat hadir di Sulsel,” ungkap Abdi, Jumat (9/6).

Berbeda dengan Abdi, Basdir yang juga merupakan kader Demokrat sangat menyayangkan jika ada kader yang lebih memperioritaskan figur eksternal. Pada prinsipnya, kata dia, siapapun kader Demokrat yang ingin maju di Pilwalkot dipersilahkan untuk bekerja dan bersosialisasi.

“Jangan hanya pencitraan. Apapun keputusan partai kami ikut. Demokrat tentu rasional dengan hitung-hitungan politik sendiri. melalui Survei, kapabilitas, elektabilitas tingkat keterterimaan di masyarakat,” kata Basdir.

Ketua Loyalis IAS ini meyakini jika pada akhirnya Demokrat akan mengusung kader internal terbaik untuk bertarung sebagai 01 (calon Wali Kota) yang memiliki potensi besar untuk memenangkan kontestasi Pilwalkot.”Sepanjang kita memiliki kader yang potensial kenapa mau mengusung figur lain. Demokrat saat ini tidak miskin kader. Terbukanya saya secara pribadi mendorong kader. Entah itu Deng Ical maupun pak ARA di posisi 01. Saya kira DPP partai juga mengatakan prirotas kader,” tegas Basdir.


div>