MINGGU , 18 NOVEMBER 2018

Rivalitas TP dan FAS Diprediksi Terulang

Reporter:

Editor:

dedi

Selasa , 14 Maret 2017 20:48
Rivalitas TP dan FAS Diprediksi Terulang

Ilustrasi.

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kota Parepare Faisal Andi Sapada (FAS), yang telah menyatakan diri untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Parepare tahun 2018 mendatang, siap berhadapan dengan Ketua Umum DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) Parepare Taufan Pawe (TP). Rivalitas antara keduanya diprediksi kembali terulang.

Sekadar diketahui, TP masih menjabat sebagai Wali Kota Parepare, sedangkan FAS masih menjabat sebagai Wakil Wali Kota Parepare. Jika berkaca pada Pilkada 2008 lalu, keduanya juga saling berhadapan untuk meraih tahta nomor satu, di Kota kelahiran BJ Habibie tersebut.

Kala itu, TP berpasangan dengan Arvanita Andi Dengkeng dan diusung oleh Partai Bulang Bintang (PBB), meraih suara dengan persentase 28,74 persen, sedangkan FAS yang berpasangan dengan Paseng Madong dan diusung oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP), meraih suara dengan persentase 14,28 persen. Namun, keduanya kalah dengan Zain Katoe (ZK) yang kala itu, dalam posisi sebagai calon incumbent yang berpasangan dengan Sjamsu Alam, yang meraih suara dengan persentase 42,32 persen.

Terkait hal tersebut, FAS mengatakan, dirinya siap untuk mengulang momen tersebut. Karena, kata dia, antara pihaknya dan TP, masing-masing memiliki partai, tim, begitun pendukung. “Saya tidak takut dengan incumbent maupun partainya,” katanya via telepon, Selasa (14/03/2017).

FAS mengemukakan, pihaknya telah menyiapkan segala sesuatu untuk menghadapi Pilkada, apapun kondisinya. Selain itu, katanya, pihaknya juga sudah melakukan komunikasi, dengan beberapa partai politik (parpol) yang ada, untuk memuluskan langkah pada saat pencalonan. Meskipun, katanya, komunikasi tersebut belum intensif.

FAS menjelaskan, terkait beberapa bakal calon (balon) pendampingnya yang telah dibidik, akan ditentukan pihaknya jelang tahapan Pilkada, dengan prioritas utama berdasarkan hasil survei. Meski, jelasnya, juga ada pertimbangan lain dengan melihat beberapa faktor pendukung, jika terdapat kekuatan elektabilitas di antara balon pendamping yang cukup tipis.

FAS mengungkapkan, pihaknya juga tidak mempersolakan jika jumlah kursi Legislatif balon pendamping, lebih tinggi dari Partai NasDem yang hanya memiliki dua kursi. Karena, lanjut dia, hal tersebut tergantung hasil pembicaraan bersama partai koalisi. “Apalagi jika elekektabilitasnya lebih rendah dari saya,” ujarnya.


div>