KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Rizaldi Parumpa: Peserta Pelatihan BLK Pangkep Harus Diberi Kemudahan

Reporter:

Atho

Editor:

Lukman

Kamis , 08 Maret 2018 22:20
Rizaldi Parumpa: Peserta Pelatihan BLK Pangkep Harus Diberi Kemudahan

Wakil Ketua DPRD Pangkep, Rizaldi Parumpa

PANGKEP, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Kabupaten Pangkep, bersama Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Semen Tonasa diharapkan menjadi solusi untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Pangkep. Hal tersebut diutarakan Wakil Ketua DPRD Pangkep, Rizaldi Parumpa, Kamis (08/03).

Rizaldi yang ditemui usai membawakan materi kewirausahaan, pada pelatihan berbasis kompetensi di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Pangkep mengatakan, sudah sepatutnya pemerintah dan perusahaan yang ada di Pangkep memberi kemudahan kepada peserta pelatihan. Termasuk berkomitmen dalam peningkatan SDM yang diakui bermuara pada pengikisan angka kemiskinan.

“Ini yang jadi PR pemerintah, bagaimana mereka bersama perusahaan yang ada, hadir memfasilitasi, khususnya para peserta uji kompetensi BLK ini, untuk melanjutkan ke arah wirausaha, apakah melalui permodalan atau bantuan peralatan,” jelas Rizaldi.

Selain bantuan alat dan permodalan, legislator dari partai PPP tersebut berharap agar pemerintah juga memudahkan proses perizinan, khususnya mereka yang telah lulus dalam pelatihan dan uji kompetensi di BLK tersebut.

“Kalau perlu diberikan izin usaha secara gratis bagi mereka yang teruji SDM-nya, namun harus dipisahkan dulu siapa saja yang mau jadi pengusaha dan yang mau jadi karyawan,” tambahnya.

UPTD Balai Latihan Kerja, Dinas ketenagakerjaan Kabupaten Pangkep sendiri telah membuka pelatihan keterampilan berbasis kompetensi. Pelatihan yang merupakan program kerja Kementrian Ketenagakerjaan, direktorat jenderal pembinaan, pelatihan, dan produktifitas tersebut diikuti sebanyak 240 peserta dari dalam dan luar Kabupaten Pangkep.

Saat ini angka pengangguran di Pangkep, dari data 2015 mencapai angka kurang lebih 9000 orang, yang didominasi lulusan SMA/Sederajat, serta angka kemiskinan Pangkep yang capai kurang lebih 16 persen. (*)


div>