JUMAT , 16 NOVEMBER 2018

RMS – Andi Cakka Jadi Prioritas

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 24 Maret 2017 09:47
RMS – Andi Cakka Jadi Prioritas

Ichsan Yasin Limpo. ist for rakyatsulsel.

MAKASSAR,RakyatSulsel.com – Bakal Calon Gubernur Sulsel Ichsan Yasin Limpo (IYL), tengah menjajaki sejumlah figur potensial untuk mendampinginya maju di Pilgub 2018. Beberapa figur dinilai memiliki kans besar untuk memberikan jaminan kemenangan, diantaranya Bupati Sidrap dua periode Rusdi Masse (RMS), dan Bupati Luwu dua periode Andi Mudzakkar (Andi Cakka).

Juru Bicara (Jubir) IYL, Rezky Fatmala Passalo mengatakan calon pendamping IYL di Pilgub dalam waktu dekat akan diputuskan melalui rapat internal tim, sebelum dideklarasikan nanti. Pihaknya tidak menampik bahwa nama RMS dan Andi Cakka paling berpeluang mendampingi IYL, pasalnya dari segi electoral keduanya dinilai paling tinggi.

“Kita masih terus melakukan survei, tetapi untuk saat ini, dua figur ini (RMS-Andi Cakka) yang masih di urutan teratas,” ujar Key, sapaan akrabnya, Kamis (23/3).

Terkait peluang RMS dan Andi Cakka, mendampingi IYL di Pilgub, Pakar Politik UIN Alauddin, sabri AR menilai keduanya dengan latar belakang sebagai Bupati dua periode tentunya memiliki peluang bertarung di Pilgub. Selain itu keduanya dinilai mewakili secara geopolitik jika mendampingi IYL. Namun dirinya menyebutkan, jika paket IYL-RMS lebih punya pengaruh signifikan dalam memberikan perlawanan politik, jika paket tersebut terwujud. “Paket ini (IYL-RMS) jika terwujud memiliki kelebihan yaitu gerbong politik yang besar di sulsel,” ujarnya.

Saat dimiminta tanggapa tentang beredarnya opini paket IYL-RMS. Ketua Bidang Media dan Komunikasi Publik NasDem Sulsel, Arum Spink, menuturkan saat ini desakan dari kader internal untuk mendorong RMS maju di Pilgub Sulsel, cukup besar. Dimana, desakan yang muncul menginginkan RMS maju sebagai 01 di Pilgub. Namun demikian, pihaknya tidak menampik bahwa hal tersebut bisa saja berubah, sesuai perkembangan konstalasi politik. “Meski para kader mendesak RMS untuk maju, tapi desakan itu agar RMS maju sebagai 01 dan jika di sebut kuat jika paket IYL, bisa jadi karena geopolitik dan keduanya adalah bupati berprestasi,” terangnya.

Sementara Peneliti Sosial Politik Publik dari Lembaga Kajian Politik Indonesia Timur, Muhammad Arbi, berpendapat satu-satunya kantong suara sosiologis RMS di wilayah Bugis yang relatif rendah adalah Bone, Soppeng, Wajo dan Sinjai (Bosowasi). “Namun, Bupati Sidrap ini masih mungkin menaikkan tingkat elektabilitasnya lewat mesin Partai NasDem,” tuturnya.

Menurutnya, RMS dengan ketokohan dan sepakterjangnya selama ini, memiliki basis massa yang cukup banyak di daerah tertentu. Seperti Sidrap, Pare-pare, Pinrang dan juga Enrekang. “Ini juga harus diperhitungkan,” terangnya.

Sementara, Andi Cakka menjadi figur yang paling mendekati popularitas RMS. Cakka, dinilai memiliki kantong suara rill tradisionil dan sosiologis di wilayah Luwu, Palopo dan Luwu Utara, termasuk sebagian wilayah Bosowasi yang menjadi titik lemah suara Ichsan YL. “Plus itu, Cakka bisa menutupi kekurangan Ichsan di Bosowasi, Pangkep dan Wajo. Ini karena faktor trah Kahhar Mudzakkar,” terangnya.

Ditambahkan, selain daerah Luwu, pemilih tradisionil di Bosowasi, Wajo, Pangkep dan Bulukumba, berpeluang ditutupi Cakka karena masih adanya pengaruh Aziz Qahhar Mudzakkar (AQM). Kantong-kantong suara di daerah tersebut merupakan pemilih fanatik Aziz Qahhar Mudzakkar di dua edisi pilgub. “Kalau misalnya Aziz maju dan dan Cakka juga maju, itu akan memecah suara dari Bosowa, plus Wajo dan Pangkep,” katanya.

Lanjut dia, AQM sangat diperhitungkan di Ajatappareng, karena pernah menancapkan pengaruh di sana. Akan tetapi ada perbedaan cara pandang masyarakat secara psikis antara Cakka dan saudaranya, Aziz Kahhar. “Aziz mewakili basis religius Kahhar, sedang Cakka lebih cenderung berideologi nasionalis. Pemilih di Ajatappareng lebih condong ke Aziz karena faktor itu, dan tidak pada Cakka,” pungkasnya.

[NEXT-RASUL]

Azis Buka Pintu Untuk NH

Pinangan Nurdin Halid (NH) yang ditolak oleh Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah (NA) untuk menjadi pasangan pada Pilgub 2018 mendatang, menjadikan sosok Aziz Qahhar Mudzakkar, sebagai satu-satunya alternatif NH, untuk bisa memberikan perlawanan politik terhadap calon rivalnya. Apalagi Azis memberikan sinyalemen yang cukup positif untuk bisa mendampingi NH di Pilgub. Hal itu diungkapkan anggota DPD RI ini saat menghadiri Dialog Kepemudaan dan Kemahasiswaan, di Warkop Pusaka, Jalan Sultan Alauddin. Dirinya mengatakan jika saat ini masih sering melakukan komunikasi politik dengan ketua DPD I Golkar, Nurdin Halid. “Komunikasi politik saat ini masih jalan. Kalau masalah ketemu dengan NH sudah beberapa kali” katanya.

Namun disinggung mengenai kenginan NH untuk menjadikannya pasangan di Pilgub 2018 mendatang, dirinya hanya mengatakan bahwa proses pencalonan masih lama. “Politik saat ini masih butuh proses, yang jelas tunggu saja,” ungkapnya.

Pakar Politik UIN Makassar, Firdaus Muhammad mengatakan semestinya Azis segera meberikan kepastian jika memang dirinya ingin mendapingi NH di Pilgub mendatang. “Saya kira sebenarnya ustaz Azis memberikan kejelasan jika dirinya ingin maju, apalagi sebelumnya dia ingin menjadi kosong satu dan terkahir ingin kosong dua. Apa lagi saat ini ada golongan yang mengingkan beliau kembali maju,” katanya.

Dirinya juga menuturkan jika saat ini kenginginan Azis untuk mencalonkan diri, karena basisnya saat ini masih dianggap berpengaruh. “Basis ustaz Azis saat ini besar, bisa diperhitungan beberapa parpol yang ingin mengsungnya, seperti halnya pada saat mencalonkan anggota DPD, mereka tidak terlalu melakukan sosialisasi, namun suaranya begitu besar,” ucapnya.

Namun dalam pinangan tersebut, pastinya Azis juga memiliki pertimbangan tertentu jika memang NH ingin menjadikannya kosong dua. “Pak Azis pasti memiliki pertimbangan dan ada beberapa yang harus dipenuhi, jika memang ada yang ingin menjadikan sebagai wakil,” ujarnya.

Jika memang NH benar-benar ingin meminang Azis. NH juga harus mimiliki kepastian jika memang mereka akan diusung oleh Golkar. “Pasangan ini (NH-AQM) sangat realistis, karena ada partai Politik, namun harus ada kepastian dari Nurdin Halid jika benar-benar partai Golkar akan mengusung mereka,” tambahnya. (Yad-Fah/D)


Tag
  • IYL
  •  
  • Pilgub 2018
  •  
    div>