SENIN , 15 OKTOBER 2018

RMS Mampu Majukan Sidrap Secara Fisik dan Sumber Daya Manusia

Reporter:

Editor:

faisalpalapa

Kamis , 08 Desember 2016 13:55
RMS Mampu Majukan Sidrap Secara Fisik dan Sumber Daya Manusia

Bupati Sidrap, H Rusdi Masse disambut suka cita warga ketika meresmikan penggunaan bantuan rumah panggung bantuan pemerintah kepada warga miskin di Desa Botto, Kecamatan Pitu Riase dan desa Carawali, Kecamatan Panca Lautang. foto: hamsah/rakyatsulsel.

SIDRAP, RAKYATSULSEL.COM –– Bupati Sidrap H Rusdi Masse (RMS) selama dua periode memimpin negeri Nenek Mallomo ini memperlihatkan kinerja yang luar biasa.

Kemajuan Sidrap bukan hanya fisik, tapi peningkatan mental spritual, Sumber Daya Manusia (SDM) warga Sidrap pun terdongkrak.

Kemajuan fisik bisa kita lihat pelebaran jalan antar kecamatan, betonisasi di sejumlah kelurahan, pembangunan taman Usman Isa, taman dekat Monumen Ganggawa, Sirkuit bertaraf internasional Puncak Mario Rappang, drainase, irigasi yang semakin mantap, pembangunan dan penyatuan kantor gabungan SKPD dan lain sebagainya.

Pembangunan fisik di Sidrap berbanding lurus dengan pembangunan non fisik seperti peningkatan Sumber daya manusia atau SDM, mental spritual warga. Ada gerakan “ayo ke masjid” yang dilakukan RMS, ada gerakan literasi bagi siswa di Sidrap dan jadi percontohan nasional dan menjadikan Sidrap bebas buta aksara, ada juga gerakan melek AlQuran dan telah menelorkan lebih dari 6.000 santri dan lain sebagainya.

Tak mengherankan jika Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel AGH Sanusi Baco LC mengapresiasi gerakan pembangunan mental spritual di Sidrap. “Ajakan ke masjid dan pengentasan buta aksara Alquran adalah sebuah kerja kerja mulia. Kami salut itu di Sidrap,” ujar Sanusi Baco belum lama ini.

Indikator kemajuan dari dua sektor ini fisik dan non fisik melahirkan sebuah hasil peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari tahun ke tahun mengalami kenaikan, angka atau persentasi kemiskinan Sidrap selalu paling rendah di seluruh kabupaten di Sulsel hanya 5,55 persen.

“Ini harus menjadi contoh bagi kepala daerah lain untuk berguru ke Rusdi Masse bagaimana mengentaskan kemiskinan,” ujar Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.

Bukan hanya itu, kemajuan lain adalah tingginya pendapatan per kapita masyarakat saat ini jika dibandingkan dengan sejumlah kabupaten lain dengan predikat non tambang.

Sidrap pertengahan 2016 ini mampu mencatat pendapatan per kapita penduduknya mencapai Rp32 juta. Bandingkan daerah lain yang sama sama predikat non tambang, Bantaeng misalnya hanya Rp27 juta, Jeneponto Sekitar Rp20 juta, Pinrang Rp28 jt dan lain sebagainya. (hamza


Tag
div>