MINGGU , 18 NOVEMBER 2018

Rogoh Kocek Miliaran Biayai Saksi

Reporter:

Suryadi - Iskanto - Fahrullah

Editor:

asharabdullah

Selasa , 22 Mei 2018 13:00
Rogoh Kocek Miliaran Biayai Saksi

Dok. RakyatSulsel

– Kandidat Siapkan Pengamanan Berlapis

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Empat Pasangan Calon (Paslon) yang bertarung di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel, harus menyiapkan anggaran yang tidak sedikit untuk membiayai saksi di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Miliaran rupiah dipastikan harus disiapkan paslon untuk dana saksi.

Jika dihitung-hitung dengan jumlah 17.140 TPS di Sulsel, dengan perkiraan Rp 200 ribu per saksi, maka setiap paslon harus mengeluarkan biaya saksi sebesar Rp 3,4 miliar. Hitungannya akan bertambah jika setiap paslon menyiapkan lebih dari satu saksi per TPS atau pengamanan berlapis.

Keberadaan saksi di TPS, menurut Pakar Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad, sangat penting. Selain sebagai bagian dari strategi, saksilah yang memegang peranan dalam melaporkan perolehan suara di TPS.

“Kehadiran saksi pada saat pencoblosan sangatlah penting. Dan tentu semua kandidat sudah antisipasi hal itu, termasuk yang maju lewat jalur independen,” kata Firdaus, Senin (21/5) kemarin.

Sementara, Pakar Politik Universitas Bosowa (Unibos) Makassar, Arief Wicaksono, menilai, bukan hanya persoalan saksi yang penting jelang pencoblosan. Namun, kedekatan kandidat dengan masyarakat agar mampu membangun hubungan yang baik.

“Ya sudah dekat ini, jadi para kandidat sudah harus lebih proaktif kepada masyarakat agar mendapatkan point,” kata dia.

Sedangkan, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel, Laode Arumahi, mengatakan, Bawaslu akan menurunkan langsung pengawas di tiap TPS. Pengawasan Bawaslu baik itu pada pilkada calon tunggal dan yang diikuti beberapa calon, metodenya tetap sama.

“Kami kan ada pengawas TPS, jadi nanti itu yang akan mengawasi jalannya pemungutan suara,” kata Arumahi.

Dikonfirmasi terpisah, paslon nomor urut 1 di Pilgub Sulsel, Nurdin Halid – Aziz Kahar Mudzakkar (NH-Aziz) melalui juru bicaranya, enggan membeberkan berapa jumlah anggaran yang disiapkan untuk saksi di TPS. Tetapi, saat ini Partai Golkar telah membentuk tim serta saksi di TPS, guna mengawal jalannya pemungutan suara.

“Partai Golkar telah menyiapkan saksi untuk NH-Aziz secara berlapis, dengan sistem pengamanan suara,” ungkapnya.

Menurutnya, Golkar menyiapkan ribuan kader di TPS. Selain itu, sayap partai juga akan mengawasi jalannya pencoblosan di semua tingkatan TPS.

“Jumlahnya kami tidak bisa sebutkan karena itu strategi. Yang pasti, semua TPS akan ada saksi NH-Aziz yang disiapkan oleh partai,” bebernya.

Selain NH – Aziz, ribuan saksi juga disiapkan pasangan Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman (NA – ASS). Liaison Officer (LO) NA – ASS, Izzdin Idrus, mengatakan, saat ini pihaknya masih menyusun siapa yang akan dijadikan saksi-saksi pada 27 Juni mendatang.

“Saat ini baru kita persiapkan, namun untuk berapa jumlahnya, pastinya sesuai jumlah TPS yang ada sekitar 17 ribu lebih,” ungkapnya.

Namun, untuk perekrutan saksi-saksi tersebut, biasanya dilakukan oleh partai politik pengusung. “Sepengetahuan saya biasa saksi itu dari partai pengusung,” ucapnya.

Namun disinggung biaya untuk setiap saksi, Izzdin Idrus, mengaku, hal tersebut belum dibahas. “Kita belum sampai disitu. Karena kita masih dalam tahap perekrutan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPW PKS Sulsel, Aryadi Arsyal, mengatakan, pihaknya telah menyiapkan saksi-saksi untuk mengawal pemenangan di 17 ribu TPS. Bahkan PKS sendiri menyiapkan saksi-saksi yang ada diluar TPS untuk memantau bagaimana proses pemilihan berlangsung.

“Tidak hanya saksi di TPS, tapi juga di luar TPS,” pungkasnya.

Sedangkan, Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar (IYL – Cakka), juga telah menyiapkan saksi yang akan ditempatkan di tiap-tiap TPS nanti. Namun, juru bicara IYL – Cakka, Henny Handayani, enggan menyebutkan berapa jumlah saksi yang disiapkan oleh tim IYL – Cakka.

“Pasti akan disiapkan saksi. Tapi saya tidak akan merinci karena itu terkait strategi,” kata Henny. (*)


div>