SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

Romy Tegaskan PPP Bakal Akur di Pilkada Serentak 2018

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Kamis , 13 April 2017 11:05
Romy Tegaskan PPP Bakal Akur di Pilkada Serentak 2018

ASEP/RAKYATSULSEL/D KONSOLIDASI BIMTEK PPP. Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy bersama Wakil Ketua DPP PPP Amir Uskara saat menghadiri persiapan konsolidasi PPP jelang Pilkada Serentak dan Pilgub Sulsel 2018, di Grand Clarion Hotel, Makassar, Rabu (12/4).

MAKASSAR,RakyatSulsel.com – Meski belum sepenuhnya keluar dari konflik kepengurusan, namun PPP mengisyaratkan bakal sepenuhnya menyatu dalam kontestasi politik yang akan digelar serentak 2018 mendatang, termasuk di Sulsel. Pilkada DKI Jakarta dinilai menjadi salah satu kunci bakal terbukanya ruang islah seutuhnya serta menyatunya komitmen politik, antara PPP Kubu Romahurmudziy dan Kubu Djan Faridz. Hal ini menyusul soliditas kedua kubu dalam mengusung figur pasangan Ahok-Djarot, di putaran kedua.

Hal itu dikemukakan Ketua Umum DPP PPP, Romahurmudziy saat menyampaikan orasi ilmiah di acara wisuda UNM tahun 2017, Rabu (12/4). Menurutnya, tidak ada dualisme kepengurusan di tubuh PPP. Oleh sebab itu partai berlambang Kakbah ini, siap menghadapi Pilkada 2018 mendatang. “Tidak ada dualisme di PPP. Tidak ada juga persoalan terkait Pilkada, PPP solid,” ujarnya.

Dengan begitu, lanjut Romy, PPP Mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi Pilkada baik secara nasional maupun lokal yang digelar di berbagai daerah termasuk Sulsel. “PPP Siap hadapi event politik di Sulsel dan nasional 2018 dan 2019 nanti,” katanya.

Seperti diketahui, Setelah  berkoordinasi di KPU kubu Romy hanya berpegang pada Surat Keputusan Menkumham. Dikatakan, PPP dalam level kebijakan negara dan kebijakan organisasi, hanya mengenal satu kepengurusan. “PPP akan mengadakan berbagai kegiatan nasional untuk mempersiapkan pilkada. Kemudian memberikan pemantapan kepada kader untuk menghadapi Pilkada,” tuturnya.

PPP saat ini  memiliki target politik untuk masuk tiga besar dalam perolehan suara Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 mendatang. Oleh sebab itu kader dituntut untuk solid bekerjasama.  “Target kita PPP masuk tiga besar nanti,” ungkap dia.

Sekedar diketahui, dalam pidatonya di UNM, Romy menyampaikan keunggulan demokrasi dan tantangan masa depan. Ia menjelaskan, konsep demokrasi dibanggakan setiap negara penganutnya karena menjunjung nilai-nilai hak asasi manusia, mengedepankan persamaan dan keadilan, serta menjamin kemerdekaan.

[NEXT-RASUL]

“Oleh karena itu, negara-negara demokrasi secara sukarela turut mempromosikan prinsip-prinsip demokrasi ke negara lain, dengan harapan negara-negara tersebut ikut menerapkan dan merasakan dampak positif dari demokrasi,” kata dia dihadapan ribuan mahasiswa.

Romi mengungkapan bahwa data World Forum for Democracy tahun 2011 menyebutkan, sampai saat ini ada 123 negara demokrasi dari 193 negara di dunia dan mencakup hingga 58,2 persen penduduk dunia. “Itu artinya lebih dari setengah negara di dunia telah menganut sistem demokrasi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum DPP PPP, Amir Uskara menegaskan mengambil langkah tegas bagi kader yang tetap membangkang dan enggan bergabung dengan PPP Romahurmuzy. Dikatakan, akhir Maret lalu merupakan batas akhir toleransi menunggu itikad baik bagi kader untuk bergabung. “Intinya, sudah ada instruksi dari DPP untuk memberikan sanksi. Bukan lagi sanksi peringatan tapi pemberhentian sebagai anggota, termasuk anggota fraksi,” tegas Amir.

Meski demikian, ungkap Amir, untuk mekanismenya semua diserahkan kepada masing-masing daerah untuk memproses.

“Nanti kedepan kita lihat. Tinggal tunggu proses,” pungkasnya.

Menjelang pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018 mendatang, dan Pilkada serentak 12 kabupaten/kota di Sulsel, PPP menjadi salah satu partai stratgis dalam memberikan kontribusi kemenangan terhadap figur yang nantinya diusung. Hanya saja polemik kepengurusan partai berlambang Kakbah tersebut, menjadi ancaman menurunnya kinerja dan basis politik PPP. Hal itu jika konflik yang ada selama ini tidak segera ditemukan solusi.

[NEXT-RASUL]

Menanggapi kisruh PPP, Pakar politik Universitas Bosowa 45 Makassar, Arief Wicaksono menyatakan dengan dualisme struktural serta konflik yang berkepanjangan akan mempengaruhi pencitraan PPP di mata publik. Menurutnya, hal ini berakibat fatal pada proses penjaringan kandidat yang akan diusung jika tidak segera diselesaikan dengan jalan islah. “Muaranya akan berpengaruh pada dukungan publik dan bisa saja menurun, tentunya ini akan meminimalisir dukungan PPP di masyakat,” terangnya.

Sementara itu, Pakar Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Adi Suryadi Culla mengatakan aksi mengklaim antara kedua kubu di pusat hingga daerah di Sulsel dianggap hanya akan memperkeruh konflik.

Menurut Adi, komunikasi yang terbangun harus bisa saling mengakomodasi kepentingan politik. Oleh karena itu, Adi berharap agar PPP di kedua kubu segera membangun komunikasi untuk mewujudkan peluang islah.

“Saya kira, pendekatan yang diperlukan. Aras dulunya juga memiliki hubungan baik dengan Taufiq, mestinya bisa komunikasi, inilah rekonsiliasi internal yang semestinya bisa diinisasi di tingkat lokal,” tuturnya.

Selain itu, Adi menambahkan, elite PPP ditingkat lokal sebenarnya tidak harus ikut berkonflik. Apa yang terjadi saat ini disebut hanya imbas dari konflik ditingkat DPP. “Karena menurut saya, peluang islah ditingkat DPW lebih muda dilakukan dibanding DPP,” pungkasnya.

Jika saja kepengurusan solid dan mesin kader bergerak efektif, PPP memungkinkan berkontribusi aktif di Pilgub serta di Pilkada 12 Kabupaten/Kota di Sulsel. Di DPRD Sulsel, PPP menempati peringkat keenam atau tujuh dalam perolehan kursi, yakni setara dengan Partai NasDem yang meraih tujuh kursi (8,2 persen).

Untuk Pilkada 12 Kabupaten/Kota, PPP memiliki perolehan kursi di legislatif kecuali di Kabupaten Enrekang. Raihan persentase kursi terbesar diperoleh PPP di DPRD Wajo yakni 7 kursi (17,5 persen), Sinjai 4 Kursi (13,3%), Jeneponto 5 Kursi (12,5 %), Makassar 5 Kursi (10%), Sidrap 2 Kursi (5,7%), Pinrang 4 Kursi (10%), Parepare 1 Kursi (4%), Palopo 1 Kursi 1 Kursi (4%), dan Bone 2 Kursi (4,4%). (Yad/D)


Tag
div>