SENIN , 24 SEPTEMBER 2018

Rp15 Miliar Anggaran PPN Untia Belum Digunakan

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Minggu , 23 September 2012 09:03

Makassar,–Suntikan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp15 miliar untuk merampungkan proyek Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN), hingga saat ini belum dimanfaatkan. Bahkan, proyek yang sudah berjalan selama beberapa tahun anggaran tersebut dinilai jalan ditempat.

Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, Johannes Tango, mengatakan, dana sebesar Rp15 miliar dari pemerintah pusat tersebut belum digunakan karena adanya persoalan yang dialami Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pengguna Anggaran (PPA) di instansi terkait. Padahal, rencananya anggaran tersebut akan digunakan untuk membangun dermaga pendaratan kapal nelayan sepanjang 150 meter dengan tiang pancang sepanjang 275 meter.

“Kami sangat sayangkan ini. Dari anggaran yang ada, belum cukup satu persen yang digunakan,” kata Johannes, di Makassar, baru-baru ini.

Johannes mengungkapkan, dengan anggaran Rp15 miliar tersebut, juga akan dilakukan reklamasi pantai dengan timbunan sebanyak 31.000 meter kubik. Sayangnya, hingga September ini,

dana tersebut belum juga digunakan.

“Seharusnya proses tender proyek perampungan PPN Untia telah dilaksanakan sejak Januari lalu. Tetapi, karena ada permasalahan teknis, sampai sekarang tender belum dilakukan. Bahkan, meski PPK dan PPA di Dinas Kelautan dan Perikanan telah beberapa kali diganti, tapi pengerjaan proyek tahun ini belum juga berjalan,” ungkapnya.

Menurutnya, hal tersebut terjadi karena kurang profesionalnya penanganan proses tender. Padahal, tender pengawasan proyek sudah empat kali diulang. Jika hingga akhir tahun mendatang dana suntikan APBN belum digunakan, maka dana sebesar Rp15 miliar itu harus dikembalikan ke pemerintah pusat.

“Kondisi ini juga akan menjadi ancaman terhadap rencana Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo yang akan memasukkan anggaran Rp100 miliar untuk penyelesaian PPN Untia di APBN 2013 mendatang. Ini pasti akan dievaluasi oleh pemerintah pusat. Bagaimana mau dapat bantuan Rp100 miliar kalau dana Rp15 miliar yang diberikan saja tidak digunakan,” terangnya. (RS5/C)


Tag
div>