SENIN , 21 MEI 2018

RSUD Andi Makkasau Sambut Tim Akreditasi dengan Senam Massal

Reporter:

Anastasya

Editor:

Niar

Kamis , 10 Mei 2018 18:29
RSUD Andi Makkasau Sambut Tim Akreditasi dengan Senam Massal

int

PAREPARE, RAKSUL- Tim Surveyor dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) melakukan survei verifikasi pertama di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau Kota Parepare, Rabu (9/5/2018). Kehadiran tim tersebut disambut dengan senam massal yang dilakukan ratusan personil RSUD Andi Makkasau, termasuk para Dokter, Perawat, dan Staf.

Survey tersebut dilakukan setelah RSUD Andi Makkasau berhasil mendapatkan Akreditasi Tingkat Madya. Dimana Survey tersebut akan dilakukan sebanyak tiga kali, selama tiga tahun ke depan.

Akreditasi tingkat madya didapatkan melalui 15 Program Kerja (Pokja) yang diusulkan oleh RSUD Andi Makkasau yang dibagi dalam empat kelompok.

Kelompok pertama yaitu, standar pelayanan yang terbagi atas enam pokja diantaranya, Akses pelayanan dan kontinitas, akses pasien, pelayanan anestesi dan bedah, hak pasien dan keluarga, dan manajemen penggunaan obat.

Kelompok kedua yaitu, standar manajemen rumah sakit yang tsrbagi atas lima pokja diantaranya, peningkatan mutu dan keselamatan pasien, manajemen fasilitas dan keselamatan, tata kelola kepemimpinan dan pengarahan, kualufikasi dan pendidikan staf, manajemen komunikasi dan informasi.

Kelompok ketiga yaitu, sasaran keselamatan pasien yang terbagi atas tiga pokja diantaranya, sasaran keselamatan pasien, pencegahan dan pemgendalian infeksi, pendidikan pasien dan keluarga.

Kelompok terakhir yakni, sasaran manajemen development goals.

“semua pokja ini untuk mendorong mutu pelayanan terhadap pasien. Kami juga selalu berupaya untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas” Ujar Direktur RSUD Andi Makkasau, Renny Anggreiny saat memaparkan program kerja dihadaoan tim Surveyor KARS.

Untuk mendukung hal itu, kami juga memiliki pelayanan unggulan kata dia, yaitu Hemodialisa, NICU, Laparascopy, dan CT Scan.

“tentunya juga didukung dengan tenaga dokter sebanyak 58, tenaga perawat dan bidan sebanyak 401, tenaga kesehatan lainnya 140, dan tenaga non kesehatan sebanyak 590” tambah Renny. (MP1)


div>