MINGGU , 18 NOVEMBER 2018

RSUD Parepare Beri Perhatian Khusus Bayi Prematur Putri Pengungsi Palu

Reporter:

Editor:

Niar

Kamis , 11 Oktober 2018 09:48

PAREPARE, RAKSUL.COM — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau Parepare, memberi perhatian khusus terhadap bayi yang lahir prematur putri seorang pengungsi asal Palu.

Ibu sang bayi bernama Rahmah Halim, 31 tahun, meninggal dunia usai Post SC (operasi caesar atau sesar) ditambah CHF (gagal jantung) pada Selasa malam, 9 Oktober 2018, sekitar pukul 22.50 Wita di ruang bersalin RSU Andi Makkasau.

Bayi berjenis kelamin perempuan itu lahir prematur 32-34 minggu (delapan bulan) dengan berat 1.760 gram. Usai dilahirkan sang bayi langsung dirawat di ruang NICU RSU Andi Makkasau.

“Innalillahi wainnailaihirajiun, nyawa ibunya tidak dapat terselamatkan. Kondisi fisiknya lemah usai operasi, mungkin karena pengaruh trauma akibat bencana ditambah gagal jantung. Tapi anaknya lahir selamat, meski prematur. Sekarang agak baikan kondisinya dirawat di NICU,” terang Kasubid Humas RSU Andi Makkasau Parepare, Hj Farida, Rabu, 10 Oktober 2018.

Bayi perempuan ini merupakan anak ketiga dari Almarhumah Rahmah yang beralamat di Pantoloan, Palu, Sulteng.

“Almarhumah masuk RSU pada Senin, 8 Oktober 2018 diantar sama kakaknya. Kakaknya tinggal di Jalan Lahalede, belakang SMPN 2 Parepare,” lanjut Farida.

Farida menekankan, RSU Andi Makkasau yang merupakan rumah sakit rujukan 14 daerah di Sulsel, tetap mengedepankan pelayanan maksimal kepada pasien khususnya korban bencana asal Sulteng.

Hingga saat ini, pasien korban bencana alam asal Sulteng yang dirawat di RSU Andi Makkasau sudah 50 orang. “Komitmen kami memberikan pelayanan maksimal kepada pasien khususnya korban bencana asal Sulteng,” tandas Farida. (*)

# Pemkot Parepare


div>