SABTU , 26 MEI 2018

RSUD Parepare Klarifikasi Keluhan Warga Soal Biaya Ambulans, Ini Penjelasannya

Reporter:

Editor:

Niar

Minggu , 17 Desember 2017 19:34
RSUD Parepare Klarifikasi Keluhan Warga Soal Biaya Ambulans, Ini Penjelasannya

int

PAREPARE, RAKSUL.COM- Managemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau Kota Parepare mengklarifikasi perihal pembayaran ambulans bagi warga Kabupaten Barru yang berobat di RSUD Parepare, belum lama ini.

Pelayanan yang disesalkan oleh salah seorang warga dari Kabupaten Barru yang hendak memeriksakan keluarganya di RS tersebut geram lantaran harus membayar biaya ambulans yang dinilainya cukup mahal.

Menyikapi persoalan itu, Plt Direktur Utama RSUD Andi Makkasau Kota Parepare, dr Renny Anggraeny Sari menjelaskan alasan pembayaran itu diberlakukan. Menurutnya, biaya ambulans bagi pasien yang hendak dirujuk ke Kota Makasaar tersebut sudah berkesesuaian dengan regulasi yang ada.

“Itu sudah sesuai peraturan daerah (Perda) no 2 tahun 2012 yang telah ditetapkan oleh DPRD kota Parepare, dengan besaran pungutan Rp 5.000/km jarak dihitung Pergi dan Pulang, ini aturan lama, Perda baru No 2 tahun 2017 sudah terbit masih dalam tahap sosialisi,” urai dr Renny.

Renny juga mengulas alasan penerapan regulasi tersebut diberlakukan lantaran pasien tersebut merupakan warga dari Kabupaten Barru yang tidak terdaftar dalam layanan BPJS Kesehatan.

“Jadi sudah ada Perda pungutan tersebut yang disahkan langsung oleh DPRD jadi tidak ada yang dilanggar dalam kebijakan kami, kan sudah jelas memang ada biaya yang harus dibebankan kepada pasien umum, bukan warga Parepare dan tidak pula memiliki kartu BPJS Kesehatan,” jelasnya.

Rennny menegaskan, pasien tersebut terdaftar sebagai pasien umum warga kabupaten Barru, dan tidak memiliki jaminan kesehatan, berupa kartu BPJS Kesehatan sehingga sesuai aturan, seluruh biaya pelayanan kesehatan termasuk penggunaan ambulans dibebankan kepada pasien.

Sesuai regulasi yang ada, pelayanan kesehatan gratis hanya diperuntukan bagi pasien BPJS Kesehatan yang mengambil sesuai hak kelasnya. Kebijakan lain, fasilitas gratis juga diberikan warga Kota Parepare, dengan dibuktikan berupa identitas Kartu Keluarga atau KTP serta surat rujukan (kecuali untuk pasien Emergency).

“Jadi keluhan mengenai biaya penggunaan ambulans sangat tidak berdasar, karena pasien tersebut memang terdaftar sebagai pasien umum yang tidak memiliki jaminan kesehatan dan bukan warga kota Parepare.

Renny juga membeberkan, jika pasien tersebut dirawat di kelas VIP Ruang Nusa Indah sesuai dengan permintaannya.

Sebelummya, Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, beberapa kali menegaskan jika pelayanan kesehatan gratis bagi warga Parepare telah dianggarkan melalui APBD, namun ada syarat yang harus dipenuhi oleh setiap pasien untuk mendapatkan pelayanan tersebut.

“Jadi pelayanan kesehatan gratis ini hanya kami berikan kepada masyarakat kota Parepare yang secara sah dibuktikan kartu keluarga dan Kartu tanda penduduk,” tegas Taufan. (nia)


div>