RABU , 12 DESEMBER 2018

RSUD Syekh Yusuf, Melayani Dengan Hati–Salahuddin: Kami Punya SOP Sesuai Standar Akreditasi

Reporter:

Editor:

Arif Saeni

Rabu , 29 Agustus 2018 10:29
RSUD Syekh Yusuf, Melayani Dengan Hati–Salahuddin: Kami Punya SOP Sesuai Standar Akreditasi

int

WAJAH sebuah daerah yang sesungguhnya dalam pelayanan ada di rumah sakit. Bagaimana seorang pasien akan begitu cepat memberikan penilaian, tentang baik tidaknya sangat tergantung dari ketersediaan sumber daya rumah sakit itu sendiri. Kondisi ini dimaknai oleh Rumah Sakit Syekh Yusuf (RSUD) Gowa, sebagai sebuah tantangan untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Dimata Dirut RSUD Syekh Yusuf, Dr H. Salahuddin M.Kes, kepuasan dan kesembuhan pasien adalah wujud dari pelayanan dengan ‘hati’. Untuk mengetahui lebih jauh, wartawan RAKYATSULSEL. COM, Muchtar Suma dan Arif Saeni, mewawancarai ayah dari
Dr. Putra Imanullah, MARS. Berikut petikannya.

Bisa Anda jelaskan bagaimana pelayanan rumah sakit yang Anda pimpin selama ini?
Alhamdulillah pelayanan rumah sakit sudah berjalan dengan baik sesuai standar operasional pelayanan (SOP) RSUD Syekh Yusuf Gowa, apalagi sudah lulus penilaian akreditasi RS dari KARS dengang predikat akreditasi Paripurna. Di sisi lain, baru-baru ini rumah sakit kami juga sudah dinilai oleh Kemenpan dengan kategori penilaian pelayanan publik.

Adakah kendala yang dihadapi selama ini?
Kalau kita bicara soal kendala, saya kira hampir semua organisasi tentu mengalami akan kendala. Tapi Alhamdulillah, kita masih bisa mengatasinya dengan baik. Jika melihat rasio jumlah pasien dengan kapasitas jumlah tempat tidur memang belum mengalami keseimbangan, sehingga masih ada pasien yang harus kita rujuk ke rumah sakit di Makassar, selain alasan medis.

Bagaimana dengan dukungan lainnya?
Kami tentu sangat bersyukur bahwa perhatian Bapak Bupati kita, Adnan Purichta Ichsan, sangat besar dengan pelayanan dasar kesehatan di daerah ini. Kita bisa lihat bagaimana pembangunan gedung perawatan 7 lantai–yang sementara masih berlangsung. Pekerjaan ini sudah masuk tahun kedua, mudah-mudahan sesuai rencana akhir tahun 2019 proses pembangunannya sudah rampung.

Lalu?
Dengan selesainya bangunan 7 lantai tersebut, maka akan ada penambahan kapasitas jumlah tempat tidur, minimal 200 tempat tidur.

Bagaimana dengan dukungan lainnya?
Dengan adanya sistem rujukan secara online BPJS dan Sisrute antar rumah sakit, menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian oleh seluruh pemangku kepentingan, karena akan dapat menjadi penghambat bila tidak tersosialisasi dengan baik kepada masyarakat.

Lalu bagaimana dengan ketersediaan sumber daya manusia dengan infrastruktur yang tersedia?
Memang kita akui, bahwa kebutuhan akan tenaga sumber daya manusia untuk masing-masing profesi kesehatan sangat diperlukan di rumah sakit, apalagi tenaga kesehatan setiap tahunnya banyak memasuki masa pensiun. Di sisi lain, sampai saat ini belum ada kepastian dari pemerintah pusat untuk penambahan formasi baru calon pegawai negeri sipil. Karena itu, memang butuh perhatian khusus seiring dengan penambahan gedung perawatan baru.

Bagaimana dengan sumber daya manusia yang Anda miliki?
Yang tersedia sekarang ada sebanyak 398 tanaga ASN, ditambah sekitar 200 tenaga sukarela. Sementara itu, sarana dan prasarana secara umum sudah terpenuhi, walaupun masih ada beberapa yang perlu direncanakan secara bertahap untuk memaksimalkan kualitas pelayanan.

Sebagai rumah sakit tipe B, tentu butuh inovasi dan kerjasama semua pihak. Bisa Anda jelaskan?
Kami memang sangat menyadari bahwa tantangan pengembangan rumah sakit ke depan diperlukan, apalagi saat ini masuk era kompetisi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Untuk itu, selalu diperlukan inovasi-inovasi dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan, seperti inovasi Sipakabaji yang telah kami kembangkan untuk tahun ke dua ini. Dengan membangun sistem untuk memberikan percepatan pelayanan dan informasi sesuai standar pelayanan minimal rumah sakit.

Kita memahami dalam memberikan pelayanan kesehatan kadang ada yang tidak puas. Bagaimana menurut Anda?
Untuk mengukur indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit, telah kami lakukan melalui sistem survei kepuasan masyarakat, dan ini kami lakukan secara berkala, termasuk survei kilat (Sukit). Artinya, bahwa setiap unit pelayanan, seperti rawat jalan, rawat inap dan lain-lain, selalu kami survei, yang kemudian ditindaklanjuti perbaikan pelayanan.
Kami juga menyediakan sistem layanan pengaduan yang sudah berjalan cukup lama di rumah sakit. Selain itu, ketersediaan informasi juga masuk ke website di rumah sakit dengan alamat email: Rsudsyekhyusuf.Com.

Bukankah sudah ada yang namanya SOP?
Iya memang benar, bahwa SOP di rumah sakit sudah dibuat sesuai standar akreditasi rumah sakit untuk semua level unit kerja.

Oh ya, Bapak Bupati memberikan perhatian yang cukup besar terhadap pelayanan dasar kesehatan di rumah sakit. Ini bisa kita lihat dengan pembangunan gedung lantai tujuh. Bagaimana tanggapan Anda?
Kami patut bersyukur karena perhatian Pemda Gowa dalam hal ini Bapak Bupati menjadikan sektor kesehatan, salah satu skala prioritas termasuk rumah sakit. Dengan pembangunan gedung perawatan 7 lantai, semoga semuanya dapat berjalan sesuai rencana, sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk masyarakat Gowa.

Berapa jumlah kunjungan setiap harinya?
Rata-rata kunjungan pasien rawat jalan sekitar 300 – 450 perhari sedangkan rawat inap kapasitas 200 tempat tidur tidur

Penyakit apa yang dominan yang berobat ke rumah sakit?
Penyakit yang dominan termasuk di dalamnya penyakit hipertensi, DM, penyakit jantung koroner, gastritis, rheumatik, dan beberapa penyakit menular, seperti TBC, diare, tipus abdominalis, serta KLL. (***)

Data Diri

Nama: Dr.H.Salahuddin M.Kes
Tempat Tgl Lahir: Sengkang, 10 sept 1963
Pekerjaan: Direktur RSUD Syekh Ysf
Istri : Dra. Asli Alifyanti, Apt
Anak: Dr. Putra Imanullah, MARS
Menantu: Dr. Abinisa Inaya Taim
Cucu: Alessa Safira Imanullah. (***)


Tag
div>