SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

Ruang Publik Karebosi Sekarang Lebih Terbuka

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 05 September 2012 11:54
Ruang Publik Karebosi Sekarang Lebih Terbuka

Zohra Andi Baso, Ketua Yayasan perlindungan Konsumen Sulsel

Zohra Andi Baso, Ketua Yayasan perlindungan Konsumen Sulsel

RAKYAT SULSEL . KAREBOSI sekarang menjadi tempat yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Misalnya Karebosi menjadi tempat upacara, tempat berolahraga, dan aktifitas lainnya. Karebosi milik kita dan ruang bersama-sama, seperti di kota-kota di luar negeri atau Jakarta. “Apalagi selama ini sudah banyak yang menggunakan lapangan Karebosi dan berbagai macam acara di sana,” ujar Zohra Andi Baso, Ketua Yayasan perlindungan Konsumen Sulsel kepada Rakyat Sulsel malam tadi.

Menurutnya, ruang publik di Karebosi lebih terbuka, dimanfaatkan oleh pedagang dan untuk masyarakat. “Kita lihat pemanfatan Karebosi berarti perhatian kepada ekonomi masyarakat menengah ke bawah tetap menjadi prioritas. Seingat saya, apalagi dulu-dulu sering ada penjambretan di Karebosi. Kini, setelah ditata, kuburan diperbaiki, jadi Karebosi tetap bermanfaat, menjadi tempat sarana olahraga, sarana ibadah, dan lainnya,” jelasnya. Berikut wawancaranya dengan Zohra Andi Baso.

 

 

– Bagaimana Anda melihat polemik Karebosi?

+ Mengapa polemik itu baru muncul lagi sekarang? saya beberapa kali ditanyai terkait Karebosi tentu terkait hak-hak konsumen. Kalau misalnya ada konsumen berkeberatan, maka mereka menayakan terkait perlindungan konsumen. Saya mungkin bisa berkomentar terlepas dari aspek hukum dan aspek politisnya.

 

+ Kalau dilihat secara umum bagaimana?

– Kita lihat banyak masyarakat yang memanfaatkan. Misalnya Karebosi menjadi tempat upacara, tempat berolahraga, dan aktifitas lainnya. Karebosi milik kita dan ruang bersama-sama, seperti di kota-kota di luar negeri atau Jakarta. Apalagi selama ini sudah banyak yang menggunakan lapangan Karebosi dan berbagai macam acara di sana.

 

+ Jadi ruang publik ini dimanfaatkan oleh orang banyak?

-  Iya, ruang publik di Karebosi lebih terbuka, dimanfaatkan oleh pedagang dan untuk masyarakat. Kita lihat pemanfatan Karebosi berarti perhatian kepada ekonomi masyarakat menengah ke bawah tetap menjadi prioritas. Seingat saya, apalagi dulu-dulu sering ada penjambretan di Karebosi. Kini, setelah ditata, kuburan diperbaiki, jadi Karebosi tetap bermanfaat, menjadi tempat sarana olahraga, sarana ibadah, dan lainnya.

 

+ Namun pro-kontra ini Anda melihatnya bagaimana?

– Ada yang setuju ada yang tidak setuju itu adalah hal yang biasa. Dulu ada yang mengajukan clas of action kepada Mahkamah Agung, namun tetap dimenangkan Pemkot.

 

+ Dalam hal ini Anda setuju dengan keadaan Karebosi kini?

– Kita tidak boleh melihat dari satu sisi, harus keseluruhan, apalagi Karebosi telah dipergunakan banyak orang yang berarti memiliki efek bagi masyarakat umum.

 

+ Namun mengenai HPL-nya, menurut Anda?

-  Itu menjadi kewenangan pemerintah dengan pemerintah, saya tidak mau terjebak dalam polemik itu. Misalnya juga jika penggunaan bawah tanah itu, kan juga terjadi di terminal blok M Jakarta, dimana kita lihat ada toko di bawah tanah.

 

+ Apa efek sosialnya jika BPN melakukan status quo pada lahan Karebosi?

-  Orang yang melihat dari berbagai persoalan, ada kepentingan masyarakat yang mesti dilihat, ini untuk kepentingan yang lebih besar.

 

+ Harapannya?

-  Saya tidak ingin membangun konflik dari pemilukada, statmen saya mengenai Karebosi itu sejak dulu memang begitu. Bukan hanya saat sekarang ini. (RS11/D)


Tag
div>