SENIN , 23 JULI 2018

Rumah Gubernur dan Pesawat Dibakar Massa, Papua Nugini Darurat 9 Bulan

Reporter:

Editor:

Ridwan Lallo

Selasa , 19 Juni 2018 13:14

RAKYATSULSEL.COM — Papua Nugini menyatakan keadaan darurat usai kekerasan massa. Seperti dilansir Reuters, Perdana Menteri Papua Nugini Peter O’Neill mengumumkan keadaan darurat selama sembilan bulan.

Hal itu ditetapkan setelah massa bersenjata membakar sebuah pesawat penumpang dan membakar rumah seorang gubernur setempat beberapa hari sebelumnya. O’Neill mengumumkan keadaan darurat sembilan bulan di Provinsi Sothern Highlands, Papua Nugini pada Senin, (18/6).

Massa protes keras terhadap keputusan pengadilan yang memenangkan Gubernur William Powi. Padahal ia dituduh melakukan kecurangan.

Warga membakar rumah Powi dan gedung pengadilan di Kota Mendi. Selain itu mereka juga membakar pesawat milik maskapai nasional, Air Nugini di bandara. Gambar di media sosial menunjukkan pesawat turboprop bermesin ganda terbakar.

“Keadaan normal sedang dipulihkan di provinsi ini dan hari ini kami ingin meminta maaf kepada Papua Nugini atas peristiwa baru-baru ini yang telah terjadi, terutama karena frustrasi,” kata O’Neill kepada surat kabar Post Courier.

Menteri Penerbangan Sipil PNG, Alfred Manase mengatakan, bandara akan tetap ditutup tanpa batas. Para staf pindah ke lokasi lain untuk keselamatan mereka.

“Serangan terhadap maskapai bendera nasional kami adalah serangan terhadap identitas kami sebagai sebuah negara” ujarnya.

Papua Nugini adalah rumah bagi tujuh juta orang di bagian timur pulau New Guinea, di sebelah timur Indonesia. Banyak komunitas PNG masih menerima bantuan setelah gempa berkekuatan 7,5 Februari menewaskan 100 orang, menguji keuangan dan kapasitas salah satu negara termiskin di dunia.

“Tidak ada orang yang kebal hukum dan semua yang terlibat akan mendapatkan hukuman dan menjawab atas kejahatan yang mereka lakukan,” pungkas O’Neill. (JPC)


div>