MINGGU , 17 DESEMBER 2017

Rusak Gembok, Satu Keluarga di Pangkep Divonis 3 Bulan Penjara

Reporter:

Editor:

Lukman

Senin , 04 September 2017 16:55
Rusak Gembok, Satu Keluarga di Pangkep Divonis 3 Bulan Penjara

Pengadilan Negeri Pangkep, Menjatuhkan Vonis 3 Bulan Penjara, untuk 4 terdakwa pengrusakan gembok, di kecamatan Segeri Pangkep. Senin (04/08).

PANGKEP, RAKYATSULSEL.COM – Kasus pengrusakan gembok, yang mendudukan satu keluarga di Kecamatan Segeri, dikursi pesakitan kembali di sidangkan Pengadilan Negeri Pangkep, Senin (04/09), dengan agenda pembacaan putusan untuk terdakwa.

Dalam persidangan yang dipimpin langsung Ketua Pengadilan Negeri Pangkep, Hasanur Rahmansyah, Keempat terdakwa Baharuddin (65) beserta dengan istrinya Nurlaela, Sushanty Bahar, (anak) dan Muhamad Aksa (menantu), dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan pengrusakan secara bersama- sama di muka umum.

Oleh majelis hakim, keempat terdakwa dijatuhi vonis 3 bulan hukuman penjara dipotong masa tahanan.

Putusan tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni hukuman lima bulan penjara. Kuasa hukum keempat terdakwa, dari LBH Makassar Ridwan, mengatakan pihaknya masih pikir-pikir atas vonis hakim tersebut. “Kami masih pikir- pikir apa tindakan hukum selanjutnya,” ujarnya.

Ridwan mengatakan, setelah potong masa tahanan, sisa masa hukuman yang akan dijalani oleh kliennya kurang dari 2 pekan.

“Dari awal kasus ini, keempat klien kami sudah ditahan di rutan Pangkep. Jadi dengan adanya vonis 3 bulan penjara ini, mereka cukup menjalani sisa masa tahanan 12 hari lagi, Masa tahanan mereka akan habis sampai tanggal 16 September nanti,” tambahnya.

Kasus pengrusakan gembok yang sempat mendapat perhatian khusus komisi Yudisial ini bermula dari sengketa tanah antara Baharudin dan Rosliman (pelapor). Dalam sengketa tersebut, Baharuddin memenangkan gugatan perdata terhadap Rosliman.

Meski demikian Rosliman tetap mengklaim tanah tersebut adalah miliknya, Rosliman kemudian memagari tanah tersebut dengan seng. Merasa tidak terima lantaran tanah tersebut adalah miliknya, maka Baharuddin berupaya membongkar pagar dan seng yang memagari tanah tersebut. (Atho)


div>