Minggu, 20 Agustus 2017

Rusunawa Senilai Rp15 Miliar di Pangkep Tidak Berpenghuni

Senin , 20 Maret 2017 17:41
Penulis : Atho Tola
Editor   : doelbeckz
Kondisi Rusunawa di Kelurahan Mappasaile, Kecamatan Pangkajene, Pangkep, mulai memprihatinkan. Hingga saat ini Rusunawa tersebut belum berpenghuni sejak rampung 2015 lalu. foto: atho tola/rakyatsulsel.
Kondisi Rusunawa di Kelurahan Mappasaile, Kecamatan Pangkajene, Pangkep, mulai memprihatinkan. Hingga saat ini Rusunawa tersebut belum berpenghuni sejak rampung 2015 lalu. foto: atho tola/rakyatsulsel.
PANGKEP, RAKYATSULSEL.COM - Kondisi Rumah Susun Sewa (Rusunawa) yang diperuntukkan untuk para Pegawai Negeri Sipil (PNS) golongan menengah ke bawah di lingkup Pemkab Pangkep saat ini sangat memprihatinkan. Proyek yang dibangun dengan menggunakan anggaran negara (APBN) tahun 2011 sebesar Rp15 miliar tersebut, bahkan sudah mulai rusak di beberapa sudutnya.

Bangunan rusunawa yang terletak di Kelurahan Mappasaile, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep tersebut, sekiranya telah rampung sejak tahun 2015 lalu. Namun, hingga saat ini tidak satu pun yang menghuni bangunan mewah tersebut.

Beberapa kaca jendela terlihat pecah, beberapa sudut bangunan pun terlihat rusak dan berlumut, termasum, plafon yang rusak, dan bocor.

Wakil Bupati Pangkep, Syahban Sammana, menuturkan, kondisi yang dialami rusunawa tersebut, dikarenakan pemerintah pusat hingga saat ini tidak kunjung menyerahterimakan rusunawa tersebut kepada pemerintah daerah, sehingga pemerintah daerah sendiri tidak dapat berbuat banyak dan menjadi alasan terbengkalainya bangunan tersebut.

Syahban pun berharap agar proses penerimaan rusunawa tersebut dapat segera dilakukan, agar pemanfaatan bangunan tersebut dapat segera dinikmati dan bangunan tersebut dapat segera ditempati para PNS.

"Harus segera diberikan kepada daerah, agar daerah punya hak dan kewenangan untuk merawat dan menggunakan sebagai mana mestinya," jelas Syahban.

"Jangan sampai proyek tersebut tidak kunjung dimanfaatkan dan ujung-ujungnya nanti malah muncul indikasi korupsi dari proyek tersebut," tambah mantan Kepala Bappeda tersebut.