MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Ryan Latief: Mulut Reza Ali Perlu Disekolahkan

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Selasa , 12 Januari 2016 21:41

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Ryan Latief yang dipecat dari Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Sulsel akhirnya menanggapi juga pernyataan ketua Pengurus Pusat Pertina Reza Ali yang menyebut mulutnya kotor.

“Tata bicara Reza Ali itu, perlu diperbaiki. Mulutnya perlu disekolahkan lagi, sebab tidak sepantasnya beliau ngomong begitu di media. Apalagi, dia itu yang terhormat mantan anggota DPR RI. Dia harusnya memberikan contoh yang baik dalam bertutur kata dan tempat berbicara. Pernyataan beliau itu bisa kami persoalkan melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Yaitu penghinaan melalui media online,” kata Ryan, Selasa (12/1).

Dia juga meluruskan tudingan jika pembicaraannya dengan Reza Ali melalui telepon berbeda dengan pernyataannya di media. “Beliau (Reza Ali) mungkin sudah lupa apa saja isi SMS (Short Message Service) saya sama beliau. Ini semua masih ada tak satu katapun saya ma’ iye iye sama beliau. Saya justru mengatakan langkah pengeluaran Surat Keputusan (SK) tersebut keliru dan melanggar AD/ART dan saya akan gugat di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI), ” ujarnya

“Serta unsur pidananya menuduh atau memfitnah secara tertulis dan melakukan pencemaran nama baik. Knpa PP tidak tunduk sama AD/ART? Itu inti SMS saya. Bahkan dia (Reza Ali) telepon ke saya langsung setelah SMS, bahwa ngak usah angkat persoalan ini di media, kamu bantah saja surat tersebut. Setelah kami susun surat bantahan malah Reza Ali yang pertama kali publish di media, sehingga saya berpikir mungkin dia sudah lelah perlu istirahat pikiran lagi tidak stabil dan sering lupa,” sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, Reza mengatakan langkah yang ditempuh Ryan Latief melaporkannya ke Bareskrim Mabes Polri tidak tepat. Menurutnya, harusnya, Ryan Latief melapor ke KONI dan kalau perlu di BAORI, jika memang merasa ada yang tidak tepat dalam SK pemecatan itu. “Bukannya saya takut dilaporkan ke polisi, silakan saja. Saya juga akan hadapi,” ujarnya melalui selulernya, Selasa (12/1)

Menurutnya, dirinya selalu menghubungi Ryan Latief melalui selulernya untuk memberi penjelasan soal SK pemecatan itu. Tapi apa yang dikatakan melalui telepon selulernya dan reaksinya di media sangat jauh berbeda. “Dia selalu bilang iye, iye pak, mengerti pak. Mulut Ryan itu mulut kotor. Sekotor (maaf) kotoran pantat saya. Silakan tulis itu di media kamu. Ryan lalu mencari sensasi di media, ” tegasnya lagi.

Buntut dari pemecatannya sebagai Ketua Pertina Sulsel, Ryan Latief melaporkan Ketua Umum PP Pertina Reza Ali dan Sekretaris Jenderal PP Pertina Martinez dos Santos ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri di Jakarta, Senin 7 Desember 2015.

 


div>