SENIN , 16 JULI 2018

Saat Kopi Jadi Pilihan Pembersih dan Pengharum Sepatu

Reporter:

Suryadi

Editor:

Lukman

Minggu , 04 Maret 2018 16:00
Saat Kopi Jadi Pilihan Pembersih dan Pengharum Sepatu

Proses pembersihan sepatu menggunakan kopi.

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Kopi biasanya menjadi minuman kebanyakan orang di waktu senggang. Namun berbeda dengan Taufik Rachman, ia justru memanfaatkan kopi sebagai pengharum sepatu.

Kuliner dibawahi produk cuci sepatu, bekerja sama dengan kopi teori membuat parfum kopi arabika, pengharum sepatu helm, jaket, sepray dan bantal. Ini pertama di Indonesia, karena kopi lebih cenderung menyerap aroma yang tidak baik dan lebih baik menyerap aroma.

Berawal dari keresahannya, Taufik Rachman kemudian menciptakan produk parfum sepatu beraroma kopi. Bahkan, produk asli anak Makassar ini banjir pesanan dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Awalnya, ide membuka usaha ini muncul ketika Taufik, Co-Founder Zham Shoe Cleaner gemar memakai sepatu snickers dan suka traveling. Menyadari sepatunya butuh perawatan lebih agar terhindar dari bau apek. Namun, ia tidak punya waktu luang untuk itu.

“Saya melihat tidak ada produk yang bisa memenuhi kebutuhan saya. Saya orangnya mobile, sepatu saya butuh bersih. Tapi tidak setiap orang bisa meluangkan waktunya untuk membersihkan sepatu,” katanya usai melaunching produknya di Kopi Teori, Jalan Beruang, Makassar, Minggu (4/3).

Berbekal ide tersebut, ia kemudian melakukan research. Taufik tidak bekerja sendiri, usaha miliknya Zham Shoes Care menggandeng Kopi Teori dan menciptakan parfum sepatu beraroma kopi.

Pembuatan produk mereka tidak asal-asalan. Research dilakukan selama tiga bulan sebelum diperkenalkan. Berbahan hasil roasting kopi arabika lokal dan dipadukan dengan bahan kimia pembunuh bakteri, terciptalah produk parfum Fabric Mist.

Untuk pemasaran mereka prodak mereka bisa didapatkan di Kopi Teori Makassar, Yogyakarta, dan Bali. Mereka juga menjual online di media sosial Instagram. Untuk pemasaran ke luar negeri, mereka sudah punya store di Malaysia dan Singapura.

“Kita langsung target pasar luar negeri. Kalau penjualan di Makassar laku dari 50-100 pcs sehari. Kalau yang dikirim ke Malaysia dan Singapura rinciannya hampir sama. Total produk kami yang diekspor keluar negeri sekitar 1000an perbulan,” beber Taufik.

Pemakainnya pun cukup mudah, tinggal disemprotkan ke sepatu dan diangin-anginkan sebelum dipakai. Parfum ini juga bisa dipakai di helm dan jaket. Soal harga, satu produk parfum Fabric Mist ukuran 260, 100, dan 50 ml diharg mulai Rp50-110 ribu.

“Aroma kopi dimix dengan pencuci sepatu ini untuk pertama kali di Indonesia. Sudah banyak yang mengikuti temuan kamk tapi saya yakin produknya tidak sebaik punya kami,” tambah Taufik.

“Produk ini sudah dijual sejak tiga bulan lalu. Tapi baru dilaunching selarang. Kopi kami pilih karena cenderung lebih kuat menyerap aroma-aroma yang tidak baik dibanding aroma seperti teh dan lainnya,” kata Trian, Founder Kopi Teori. (*)


div>