MINGGU , 24 JUNI 2018

Saat TP Datang, Kata ‘Oppo’ki’ dan Tepuk Tangan Bergemuruh di Pelabuhan

Reporter:

Editor:

Niar

Kamis , 22 Juni 2017 12:56
Saat TP Datang, Kata ‘Oppo’ki’ dan Tepuk Tangan Bergemuruh di Pelabuhan

Ribuan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dan Pedagang Kaki Lima (PKL) berebut salaman dengan Taufan Pawe di atas Kapal Pantokrator, Pelabuhan Nusantara Parepare, Kamis, (22/6).

PAREPARE, RAKSUL.COM- Kedatangan Pendiri Yayasan Taufan Pawe (TP) Centre, HM Taufan Pawe ke Pelabuhan Nusantara Parepare, Kamis, (22/6) disambut tepuk tangan ribuan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dan Pedagang Kaki Lima (PKL) Pelabuhan Nusantara Parepare.

Baru selangkah kaki Taufan Pawe memasuki kapal Pantokrator, seruan ‘Oppoki’ juga tak henti-hentinya berderu menyambut kedatangan orang nomor satu di Kota Parepare ini.

Kedatangan Taufan Pawe bersilaturahmi bersama ribuan buruh pelabuhan tersebut bukan dengan tangan kosong, putra Parepare ini juga memberikan bingkisan sembako kepada semua buruh pelabuhan, baik TKBM, maupun PKL.

Nampaknya, kedatangan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golongan Karya (Golkar) Parepare yang disambut hangat di atas kapal penumpang Pantokrator ini menjadi sebuah symbol bagi Taufan, jika kapal sebesar Pantokrator tersebut merupakan kota Parepare yang siap dinahkodainya pada periode berikutnya, 2018-2023.

“Saya berada di atas kapal besar ini saya ibaratkan Parepare, dan saya nahkodanya. Saya akan bawaki’ ke Pulau harapan,” seru Taufan, lagi-lagi diikuti tepuk tangan riuh dan ‘Oppoki’ kembali bergemuruh.

Taufan menjelaskan perihal Pulau Harapan yang dimaksud, yaitu akan meningkatkan kesejahteraan para buruh dan PKL dua kali lipat melalui teori telapak kaki yang selama ini digaungkan dan direalisasikan.

“Pulau harapan yang saya maksud itu, kalau hanya dua sampai tiga kapal saja yang berlabuh di pelabuhan Parepare, maka tahun berikutnya bisa dua kali lipat. Jika banyak kapal yang berlabuh itu artinya kesejahteraan buruh dan PKL akan bertambah dan sejahtera,” jelas Wali Kota Parepare ini.

Taufan juga mencanangkan, akan fokus pada penataan Kepelabuhanan, sehingga menjadi daya tarik bagi pengunjung melalui Pelabuhan Nusantara. “Saya akan fokus membenahi system Kepelabuhanan kita, kita tata tempat para pedagang, dengan demikian orang akan tertarik datang dan membeli dagangan kita,” pungkasnya.

Sekedar informasi, jumlah Buruh Pelabuhan yang tercatat sebagai TKBM, yaitu 800 orang dari Pelabuhan Nusantara, dan 275 dari Cappa’ Ujung, sementara PKL berjumlah 200-an orang.


Tag
div>