Sabri Melawan!

Asisten I Bidang Pemerintahan Kota Makassar, Muhammad Sabri.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Asisten I Pemkot Makassar, Muh Sabri, akan mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Makassar. Ia akan melawan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, yang menetapkan dirinya sebagai tersangka dalam kasus sewa lahan di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo.

Penasehat Hukum Sabri, Zamzam, mengatakan, pihaknya sedang berupaya melakukan upaya praperadilan, karena belum berjalannya sidang pertama. Ia menilai, kapasitas Sabri hanya sebagai mediator antara pemilik lahan dan penyewa lahan.

“Kami akan lakukan praperadilan. Kan belum dilakukan sidang, jadi masih bisa. Kami akan usahakan,” ujar Zamzam diberitakan Rakyat Sulsel, Selasa (1/8).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasipenkum) Kejati, Salahuddin, mengatakan, upaya hukum berupa praperadilan yang dilakukan Sabri, merupakan upaya yang sia-sia. Pasalnya, upaya praperadilan akan gugur dengan sendirinya, jika perkara dakwaan sudah berjalan.

“Kalau kasus sudah berjalan, seharusnya sudah tidak bisa dilakukan upaya praperadilan. Tapi silakan saja, itu hak tersangka,” terang Salahuddin.

Informasi yang dihimpun, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) melalui Panitera Tipikor telah mengagendakan sidang perdana berupa dakwaan tiga tersangka kasus Buloa. Masing-masing Muh Sabri, Jayanti dan Rusdin, pada Rabu, 2 Agustus 2017.

Sebelumnya, Asisten Pidana Khusus Kejati telah menetapkan Muh Sabri atas keterlibatannya pada penyewaan lahan di Kelurahan Buloa. Sabri bertindak seolah-olah atau mengatasnamakan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, untuk memediasi penyewaan lahan, sehingga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp500 juta.

Sebagai fasilitator, ia disangkakan terlibat dalam satu tindak pidana yang merugikan keuangan negara, dan diancam dengan pidana penjara minimal empat tahun. (***)