KAMIS , 13 DESEMBER 2018

Sabtu, Nasib BKM-WN Diputuskan

Reporter:

Editor:

Lukman

Rabu , 21 Februari 2018 23:54
Sabtu, Nasib BKM-WN Diputuskan

Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Luwu saat mengelar sidang sengketa Pilkada Luwu.

LUWU, RAKYATSULSEL.COM – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Luwu berancana akan menggelar sidang putusan terkait sengketa Pilkada Luwu yang melibatkan pasangan Buhari Kahar Muzakkar-Wahyu Napeng dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Luwu Sabtu, 24 Februari mendatang.

“Sidang musyawarah penyelesaian sengketa Pilkada Luwu dengan agenda pembacaan putusan akan digelar Sabtu mendatang,” ujar Ketua Panwaslu Luwu, Sam Abdi saat sidang musyawarah dengan agenda pembacaan kesimpulan dari pemohon (BKM-WN) dan termohon (KPU) di Kantor Panwaslu Luwu, Rabu (21/2 ).

Dalam sidang musyawarah itu, kuasa hukum BKM-WN, Abbas Djohan mengungkapkan dari keterangan saksi dalam hal ini Wasekjen DPP Partai Hanura, Beny Tamara, bahwa penandatangan surat rekomendasi oleh wasekjen bisa dilakukan jika sekjen lagi berhalangan. Dan ini tidak melanggar.

“Wasekjen DPP Hanura juga dengan tegas mengatakan Partai Hanura merekomendasikan BKM-WN sebagai paslon yang sah. Paslon Basmin-Syukur Bijak telah dibatalkan,” ujar Abbas Djohan.

Abbas Djohan juga menegaskan jika PAN, melalui Ketua DPP PAN telah komunikasi dengan ketua KPUD Luwu. “Dengan demikian PAN juga sudah jelas mengusung BKM-WN, bukan Patahuddin-Emmy Tallesang. Dari itu, kiranya majelis mengabulkan seluruhnya permohonan pemohon dan menyatakan syarat pencalonan BKM-WN memenuhi syarat,” jelas Abbas.

Sementara Komisioner KPU Luwu Suhaeb berkesimpulan bahwa dalam persidangan musyawarah, tak satupun alasan pemohon yang dapat merubah keputusan KPU. DPP PAN, kata dia, mendaftarkan calon pasangan Basmin-Syukur Bijak.

“Fakta persidangan, DPP PAN tidak pernah mendapatkan informasi pembatalan dari Patahuddin-Emmy Tallesang. Selain itu, fakta persidangan terbukti bahwa Partai Hanura, diambil alih oleh DPW provinsi, petugas yang dimandatkan untuk mendaftarkan tidak hadir. Maka tidak sesuai dengan PKPU. Dengan demikian, agar majelis memutus menyatakan permohonan pemohon ditolak untuk seluruhnya,” jelas Suhaeb.

Sekadar diketahui, pasangan BKM-WN kembali menggugat KPU Luwu ke Panwaslu terkait berita acara keputusan KPU Kabupaten Luwu, per tanggal 7 Februari 2018. Dimana berkas BKM-WN dinyatakan TMS. (*)


div>