SENIN , 24 SEPTEMBER 2018

Sadiq Didorong Nakhodai REI Sulsel

Reporter:

Editor:

Lukman

Senin , 04 September 2017 22:54
Sadiq Didorong Nakhodai REI Sulsel

Pengurus dan anggota DPD REI Sulsel, Edy Arsyam (kedua kanan) bersama rekan-rekannya melakukan pertemuan di salah satu cafe di bilangan Jl Pelita Raya, Makassar.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Sulsel, 9 Oktober 2017 mendatang, sejumlah developer (pengembang) mendorong regenerasi di tubuh organisasi ini.

Bahkan, mereka sepakat mendorong Owner Zarinda Group, Muh Sadiq, menakhodai REI Sulsel periode 2017-2020. Hal ini terungkap ketika mereka melakukan pertemuan di salah satu cafe di bilangan Jl Pelita, Makassar.

Owner PT Belian Cahya Utama, Hari Mamun Yudha, mengatakan, dengan adanya regenerasi, maka kaderisasi di tubuh REI akan berhasil.

“Tanpa regenerasi, maka kaderisasi tidak akan jalan. REI Sulsel saatnya membutuhkan regenerasi kepemimpinan dan suasana baru. Meskipun kita akui, kepemimpinan Pak Arief sudah bagus,” terangnya.

Hari menilai, jika kepemimpinan Arief masih tetap dipertahankan, maka kaderisasi di tubuh REI Sulsel akan mandek. “Apalagi, Pak Arief itu sudah dua periode memimpin REI. Pertama, saat melanjutkan kepemimpinan Pak Raymond Arfandy yang jadi pengurus pusat dan kemudian terpilih lagi secara aklamasi melalui musda periode 2014-2017. Artinya, kalau masih Pak Arief kembali terpilih berarti kaderidasi akan terhambat,” terangnya.

“Kalau Pak Arief lagi kasihan regenerasi harus menunggu sampai tujuh tahun baru ada pergantian. Periode pertama menggantikan Pak Raymond, Pak Arief menjabat satu tahun, lalu kembali memimpin REI tiga tahun serta tiga tahun kedepan kalau terpilih lagi,” tambahnya.

Hari mengakui, sosok Sadiq sangat tepat menakhodai REI periode mendatang, sebagai figur yang bagus, muda, enerjik, memiliki kapasitas, dan kabapilitas. Termasuk memiliki hubungan baik dengan mitra REI, utama perbankan yang sangat bagus. “Terbukti sejauh ini terus mendapatkan dukungan perbankan melakukan ekspansi di sejumlah lokasi perumahan,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan, Edy Arsyam. Menurutnya, demi menjaga kondusivitas di REI Sulsel, maka dibutuhkan kaderisasi dan regenerasi.

“Tiba saatnya akan kita pilih nahkoda baru sesuai komitmen ketua saat ini, ketika maju pada musda lalu, tentang pentingnya kaderisasi dan regenerasi, demi kejayaan, profesionalisme REI, untuk tumbuh dan berkembang bersama anggota, maka harus dilaksanakan apa yang telah disepakati bersama sebelumnya,” beber Edy, yang merupakan tim pemenangan Arief Mone periode 2014-2017 lalu.

Sementara, Owner PT Kunimoto, Andi Asruddin Bahar, menilai, Sadiq memiliki kemampuan dan teruji membangun perumahan. Tidak hanya di Sulsel, tetapi sudah juga sudah melakukan ekspansi ke luar, seperti Mamuju (Sulbar) dan di Jawa Barat, Bogor dan Bandung.

“Sementara di Sulsel sudah memiliki jaringan perumahan hampir di seluruh kabupaten/kota, seperti Makassar, Gowa, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Parepare, Bone, Wajo, serta Luwu Raya, dan lainnya,” beber Asruddin.

Asruddin mengatakan, Sadiq sudah lama eksis di perumahan, sehingga mengetahui betul seluk beluk perumahan. Termasuk mengatasi masalah yang ada di sektor perumahan.
“Ketua itu harus mampu memberikan nilai lebih terhadap anggota. Terutama memiliki visi dan inovasi dalam menyelesaikan masalah yang dialami anggota di lapangan. Kami menilai Pak Sadiq itu memiliki kemampuan untuk itu,” terangnya.

Musda XII DPD REI Sulsel 2017 sendiri akan dilaksanakan Senin, 9 Oktober 2017 mendatang di Grand Clarion Hotel & Convention Makassar. Kegiatan ini akan mengangkat tema ‘Optimalisasi Peran REI sebagai Mitra Pemerintah Dalam Mewujudkan Sejuta Rumah’. (*)


div>