SENIN , 20 AGUSTUS 2018

Sakit Hati Dicaci, Sopir Pribadi Bunuh Guru SMK

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 19 April 2016 11:42
Sakit Hati Dicaci, Sopir Pribadi Bunuh Guru SMK

Deny Iskandar/Indopos/JawaPos.com Herman (32) pelaku pembunuhan guru SMK yang tak lain majikannya.

RakyatSulsel.com — Penganiayaan yang dilakukan Herman (32) terhadap guru SMK Negeri 33 Jakarta Utara, Nurdin (52) hingga tewas, terungkap. Pelaku sakit hati sehingga nekat melakukan pemukulan.

Keterangan itu didapat setelah saksi kunci Atun (50) yang juga menjadi korban pemukulan sudah melewati masa kritis. Wanita tuna rungu itu sebelumnya menjalani operasi kepala.

”Iyah saksi sudah sadarkan diri. Tapi memang belum bisa banyak bicara karena masih dalam perawatan tim medis,” kata Kapolsek Jatiasih Kompol Aslan Sulastomo, Senin (18/4).

Aslan menambahkan, sebelumnya Atun mengalami luka parah hingga tak sadarkan diri. Pasalnya, saat saksi memergoki keganasan pelaku, Atun malah dianiaya menggunakan stir mobil. ”Korban dipukul di bagian kepala sebanyak dua kali menggunakan stir mobil,” jelasnya.

Walau penyandang tuna rungu, kata Aslan, sebetulnya Atun masih bisa berkomunikasi. Hanya saja seseorang harus berbicara dengan nada tinggi dan keras ke Atun.

”Gangguan pendengaran dan bicaranya tidak terlalu parah, dia masih bisa berkomunikasi dengan orang,” katanya.

[NEXT-RASUL]

Aslan mengaku, motif pembunuhan sendiri karena pelaku sakit hati. Dia kesal setelah usaha meminjam uang Rp 100 ribu kepada Nurdin tidak diberikan, tapi malah direndahkan.

”Korban menolak pinjaman Herman secara kasar, akhirnya pelaku naik pitam,” jelasnya.

Sementara itu, Herman mengaku, kesal lantaran upaya meminjam uang Rp 100 ribu tak diberikan korban. Malah, kata dia, korban menolaknya dengan nada keras. ”Padahal, saya cuma mau pinjam uang Rp 100 ribu untuk beli pulsa,” katanya di kantor Polsek Jatiasih, Senin (18/4).

Peristiwa tersebut terjadi Rabu (13/4) petang. Pelaku tidak lain adalah sopir pribadi korban. Perbuatan itu, dilakukan di dalam mobil ketika kendaraan yang dikemudikan Herman melaju dari sekolah menuju rumah korban di Jatiasih, Kota Bekasi.

Ironinya, setelah membunuh korban, Herman meninggalkan jenazah Nurdin di dalam mobil yang terparkir di garasi rumah.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan Juncto Pasal 351 ayat (2) KUHP tentang Penganiayaan yang mengakibatkan seseorang meninggal dunia, dengan hukuman 15 tahun penjara. (dny/yuz/JPG)


Tag
  • pembunuhan
  •  
    div>