SELASA , 20 NOVEMBER 2018

Saksi Kasus Calo Unhas Terancam Dijemput Paksa

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Selasa , 27 Desember 2016 13:38
Saksi Kasus Calo Unhas Terancam Dijemput Paksa

Ilustrasi.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Penyidik Reserse dan Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Makassar akan segera melayangkan surat panggilan kedua kepada enam saksi kasus dugaan pencaloan penerimaan calon mahasiswa baru Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Hasanuddin (Unhas).

Panggilan kedua dilayangkan karena pada panggilan pertama, pekan lalu, tidak satupun saksi menghadiri panggilan penyidik.

Keenam saksi tersebut masing-masing bernama Irwan, Sulis, Awal, Raba merupakan staf Rektorat Unhas, sedangkan Daud, PNS Unhas di bagian penjernihan dan Dr Rahman sebagai Kepala Akademi Keperawatan Inau Daya Makassar.

Dari enam saksi kasus pencaloan FK Unhas, dua diantaranya merupakan saksi kunci kasus tersebut.

“Keenamnya itu tak memenuhi panggilan tanpa ada keterangan alasan dari mereka,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Musbagh Ni’am diberitakan Rakyat Sulsel, Selasa (27/12).

Musbagh menjelaskan, pihaknya memiliki hak untuk melakukan penjemputan paksa terhadap saksi jika telah tigakali dilakukan pemanggilan namun tidak dihadiri saksi yang dipanggil.

Maka dari itu, Musbagh mengancam akan menempuh upaya penjemputan paksa terhadap keenam orang yang diduga terlibat dalam kasus pencaloan FK Unhas tersebut.

[NEXT-RASUL]

“Kalau tidak ada halangan, setelah libur natal selesai, penyidik kembali memanggil mereka. Jika kembali tidak hadir, yaa sesuai yang diatur dalam KUHAP, keenam orang tersebut akan dijemput paksa,” ancam Musbagh.

Dia menambahkan, Kasus yang menjerat kedua Pegawai Negeri Sipil (PNS), Rahmatia selaku Staf Rektorat Unhas dan Nurjannah Staf Dinas Pendidikan Kota Palopo tersebut saat ini berkas perkaranya hampir rampung.

Berkas kedua tersangka pun segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Makassar untuk diteliti.

“Sembari merampugkan berkas, penyidik terus melakukan pengembangan mencari alat bukti yang cukup untuk melakukan penambahan tersangka sebagaimana beberapa nama yang telah diungkapkan tersangka telah menerima uang hasil percaloan,” tutur Niam. (***)


div>