KAMIS , 24 MEI 2018

Saksi-saksi Kasus Budi Gunawan Terus Mangkir dari Panggilan KPK

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Selasa , 27 Januari 2015 21:29

RAKYATSULSEL.COM – Saksi-saksi terkait kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait jabatan Kepala Biro Pembinaan Karir Deputi SDM Mabes Polri, kembali tidak memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (27/1).

Tiga saksi itu rencananya diperiksa untuk Kapolri terpilih, Komjen Budi Gunawan yang telah ditetapkan menjadi tersangka. Mereka yakni, Kapolda Kalimantan Timur, Inspektur Jenderal Andayono; mantan Kepala Biro Perencanaan dan Administrasi Inspektorat Pengawasan Umum, Brigadir Jenderal (Purn) Heru Purwanto serta Aiptu Revindo Taufik Gunawan.

Menurut Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha menjelaskan saksi Andayono dan Revindo tidak hadir tanpa memberikan keterangan. Sementara saksi yang memberikan keterangan adalah Revindo.

“Yang bersangkutan sedang dalam kondisi sakit. Pengacara mengantarkan surat hari ini ke KPK,” jelas Priharsa.

Sebelumnya juga diketahui bahwa tiga orang saksi terkait kasus ini juga tidak memenuhi panggilan penyidik. Mereka antara lain adalah Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Pol Drs Herry Prastowo, SH, Msi; Dosen Utama STIK Lemdikpol, Komisaris Besar Ibnu Isticha serta Wakapolres Jombang, Kompol Sumardji.

KPK telah menetapkan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait transaksi mencurigakan atau tidak wajar, Selasa 13 Januari 2015.

Calon Kapolri itu diduga melakukan tindak pidana korupsi yakni diduga menerima hadiah atau janji pada saat menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Karir Deputi SDM Mabes Polri periode tahun 2003-2006 dan jabatan lainnya di Kepolisian RI

Budi disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b, pasal 5 ayat 2, pasal 11 atau pasal 12 B UU 31/1999 tentang Tipikor juncto pasal 55 ayat 1 kesatu KUHPidana.(RMOL)


Tag
  • KPK vs Polri
  •  
    div>