SENIN , 22 OKTOBER 2018

Salah Eja, Hacker Gagal Curi Duit Rp 13 Triliun

Reporter:

Editor:

faisalpalapa

Sabtu , 12 Maret 2016 12:20

DHAKA, RAKYATSULSEL.COM – Tak semua hacker punya ketelitian yang oke. Salah satunya ialah hacker yang membobol Bank Sentral Bangladesh. Hacker itu ternyata salah mengeja yang berimbas pada minimnya dana yang diretas.

Awalnya, hacker itu ingin melarikan dana sekitar USD 1 miliar atau setara Rp 1 triliun. Namun, dia hanya bisa memindahkan USD 800 juta atau setara Rp 1 triliun.

Pembobolan Bank Sentral Bangladesh itu kali pertama diungkap New York Federal Reserve alias Bank Sentral Amerika Serikat (AS).

Bulan lalu, Bank Sentral AS yang lebih tenar dengan nama The Fed menerima permohonan izin transfer bertubi-tubi dari Bank Sentral Bangladesh. The Fed menyebut ada lebih dari 30 request yang masuk. Negara tujuan transfer adalah Filipina dan Sri Lanka.

“Pelaku membobol sistem keamanan Bank Sentral Bangladesh dan menggunakan surat otoritas transfer untuk melancarkan aksinya,’’ kata salah seorang pejabat senior bank tersebut pada Reuters, Jumat (11/3).

Berbekal surat itu, pelaku lantas memindahkan dana ke Filipina. Total ada empat kali transfer dengan nilai nominal mencapai USD 80 juta (sekitar Rp 1 triliun).

Saat akan melakukan transfer yang kelima, pelaku salah mengeja nama alamat tujuan. Seharusnya, dana USD 20 juta atau setara dengan Rp 260,9 miliar itu pelaku kirim ke Shalika Foundation.

Namun, pelaku salah mengeja kata ’’foundation’’. Nama yayasan nonprofit Sri Lanka tersebut menjadi Shalika Fandation. (hep/jos/jpnn)


Tag
div>