SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

Salewangan Oh Salewangan

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Kamis , 06 April 2017 10:15
Salewangan Oh Salewangan

int

DZUL bukan orang pertama yang mengeluhkan pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salewangan Maros. Bisa jadi dia orang yang kesekian kali terpaksa mengelus dada dan bersabar. Salewangan harus berbenah.

Beberapa hari yang lalu, lewat status sosial media Facebook, Dzul mengeluh sakit perut. Maag. Dzul teman saya sejak SMA. Dia teman sekaligus saudara yang asyik diajak ngopi dan main futsal. Dia juga jago menulis.

Tapi untuk urusan maag, dia menyerah. Dzul ke RS Salewangan dan berharap dapat resep obat dari dokter spesialis. Namun setelah mengurus kiri kanan, naik turun tangga, tak ada resep yang dibawa pulang. Kata perawat yang menjaga bagian polis dokternya tak ada.

Dokter di RS Salewangan memang sering kosong. Saya juga pernah mengalami hal serupa. Bahkan saya harus menunggu tiga hari dirawat di RS sampai dokter datang. Benar-benar parah.

Lain cerita lagi dengan Nawir, tetangga rumah saya di Pakalli. Katanya pernah ada resep dokter yang diberikan namun obatnya tak ada di apotek RS Salewangan. Dia berusaha mencari obat resep dokter itu di apotek lain di maros tapi juga tak ada. Terpaksa dia harus ke Makassar, sementara oabta itu harus segera di minum keluarganya yang sakit.

Itu sebagian kecil keluhan tentang pelayanan RSUD Salewangan Maros. Mungkin masih banyak lagi. Pak Bupati, Pak Dewan, mungkin sudah waktunya pelayanan RS Salewangan kita benahi. Supaya tak ada lagi Dzul dan Nawir lain yang harus mengerutkan kening saat berobat ke RS Salewangan. Tolong….(*)


div>