SABTU , 21 APRIL 2018

Saling Sindir Penyakit di Medsos

Reporter:

Suryadi - Fahrullah

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 13 Januari 2018 14:00
Saling Sindir Penyakit di Medsos

Dok. RakyatSulsel

* Diharap Tak Hanya Formalitas
* IDI Ditantang Buka Hasil Tes

 

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tahapan demi tahapan pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018 telah dilalui kandidat. Pasca pendaftaran, kini giliran calon kepala daerah mengikuti tes kesehatan. Di tahap ini, aksi saling sindir antar pendukung kandidat kian memanas. Aksi saling sindir ini mulai terlihat di media sosial (medsos).

Melalui akun Facebook juru bicara pasangan calon Gubernur Nurdin Halid-Aziz Kahar Mudzakkar yakni Risman Pasigai berkicau menulis status sindiran terhadap salah satu kandidat Pilgub Sulsel yang mungkin dianggap kesehatannya terganggu.

“Hari Ini para Calon Gubernur SulSel Jalani Tes Kesehatan. Ada CalonNA Bisa Tidak Lolos Karena Penyakit Kanker Pita Suara,” tulis Risman di akun Facebooknya yang sontak mendapat tanggapan dari beberapa teman di facebook.

Saat dikonfirmasi perihal tulisan tersebut, Risman Pasigai yang juga politisi Partai Golkar ini mengakui tulisan itu. Kendati demikian ia enggan berkomertar perihal inisial yang disindir dalam akun Facebooknya itu.

“Hahahaha… Yang jelas ada calon yang sejatinya tdk layak lolos tes kesehatan, makanya perlu di buka Hadi tes kesehatan,” tulis Risman melalui pesan Whatsapp kepada wartawan Rakyat Sulsel, Jumat (12/1) kemarin.

Oleh sebab itu, ia juga meminta pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulsel untuk transparan dalam memberikan informasi perihal penyakit para kandidat cagub Sulsel.

Diketahui, sebanyak 37 pasangan bakal calon (balon) kepala daerah di Sulsel, menjalani tes kesehatan di RS Wahidin Sudiro Husodo Makassar, mulai Jumat hingga Sabtu (11-12/1).

Cakada ini menjalani pemeriksaan tes kesehatan, setelah dinyatakan lulus secara administrasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kota dan provinsi Sulsel.

Sebelumnya, para medis Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bersepakat untuk tak mengumumkan hasil tes kesehatan cakada ke publik, melainkan diserahkan secara tertutup ke KPU.

Pada hakekatnya, tes kesehatan merupakan hal krusial untuk mengetahui penyakit atau kejiwaan calon pimpinan daerah. Oleh sebab itu diharapkan tes kesehatan tak sekedar Serimoni belaka melainkan diumumkan ke publik.

Pakar politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makasssr, Andi Luhur Prianto berharap tahap pemeriksaan kesehatan cakada tidak dianggap sepele oleh semua kandidat juga pihak penyelenggara KPU.

“Karena tahapan ini sangat strategis untuk menyeleksi calon kandidat untuk sehat secara jasmani dan rohani, bagaimana memimpin daerah kalau tidak sehat,” kata Luhur.

Akademisi Unismuh Makassar berharap, semoga para pihak dan mitra KPU dalam pemeriksaan kesehatan ini bertindak profesional dan berintegritas, termasuk menyampaikan ke publik hasil pemeriksaan medis, sepanjang tidak menyalahi kode etik profesi.

“Sepanjang informasi medis itu termasuk informasi publik, yang tidak dikecualikan serta tidak melanggar kode etik profesi kedokteran maka IDI perlu menyampaikan kepada publik,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua IDI Sulsel, dr Muhammad Ichsan Mustari mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan seluruh bakal calon kepala daerah yang akan mengikuti pilkada serentak di Sulawesi selatan, 12 kabupaten kota dan satu provinsi. “Ada 34 tim medis yang terdiri dari dokter sepesialis,” katanya.

Dirinya menyebutkan jika kandidat semuanya telah menjalani pemeriksaan kesehatan, mulai dari fisik pisikologi hingga penyalagunaan narkotika. “Semuanya kita periksa mulai fisik pisikolgi, dan penyalagunaan narkoba kdan kita ingin menilai bagaimana kemampuan mereka lima tahun kedepan,” ujarnya.

Disinggung mengenai penyakit-penyakit apa saja yang bisa menggagalkan kandidat kepala daerah, dr. Muhammad tidak ingin menyebutkan karena itu dia anggap rahasia dan tidak bisa disampaikan. “Inikan rahasia kedokteran dan semua hasil pemeriksaan kita akan serahkan kepada KPU dan akan disampakan langusung oleh KPU,” ucapnya.

Idi Sulsel akan menyerahkan hasil pemeriksaan pada tanggal 15 Januari. “In sya Allah kita akan serahkan sepenuhnya kepada KPU pada tanggal 15,” tambahanya. (*)


div>