RABU , 26 SEPTEMBER 2018

Sambut HUT RI, KT Mangeloreng Gelar Pekan Kebudayaan

Reporter:

Ikbal

Editor:

Lukman

Rabu , 15 Agustus 2018 11:00
Sambut HUT RI, KT Mangeloreng Gelar Pekan Kebudayaan

Terlihat warga melakukan Aru pada gelaran Pekan Kebudayaan di Desa Mangeloreng.

MAROS, RAKYATSULSEL.COM – Pesatnya kemajuan teknologi ternyata juga membuat budaya asing sangat mudah menyebar ke semua tempat. Dan budaya ini tentu saja sangat memengaruhi tingkah laku masyarakat, tak terkecuali, hingga ke pelosok.

Peninggalan-peninggalan atau kebudayaan leluhur yang sarat akan makna filosofisnya, perlahan tersingkir oleh budaya asing tersebut kemudian ditinggalkan, dan tergantikan oleh budaya asing yang sangat jauh dari kultur ke-Indonesia-An.

Fenomena seperti ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, harus ada usaha yang dilakukan guna menghidupkan kembali kearifan lokal yang ada.

Seperti halnya yang dilakukan oleh pemuda desa Mangeloreng yang tergabung dalam Karang Taruna Desa yang melaksanakan kegiatan Pekan Kebudayaan Mangeloreng, dalam rangka memperingati HUT RI ke-73.

Kegiatan yang bertemakan “Mengangkat Tradisi, Menghidupkan Silaturahmi Sebagai Wujud Pelestarian Budaya” tersebut, terdapat beberapa item, seperti Mappadendang, permainan tradisional, Aru dan lainnya.

Kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari ini dilaksanakan di desa Mangeloreng, dengan mengambil lokasi di beberapa dusun yang ada di desa tersebut.

Pengurus Karang Taruna, Mas’ud Prakasi mengatakan, jikaa kegiatan ini dilakukan untuk menstimulan kaum muda untuk mencintai dan tetap melestarikan budaya leluhur kita.

“Kegitan ini kami lakukan dengan tujuan selain mengangkat kembali tradisi leluhur, ini juga menjadi stimulus untuk teman-teman pemuda untuk cinta terhadap budaya kita, karena kalau bukan kita yang menjaganya, siapa lagi?” tuturnya, Selasa (14/08/2018).

Senada, Kepala Desa Mangeloreng, Samsuddin sangat mendukung kegiatan yang dilakukan oleh pemuda di desanya.

“Kami selaku pemerintah desa sangat mensupport dan mengapresiasi apa yang dilakukan pemuda, yang masih mau berfikir untuk menghidupkan tradisi yang sudah mulai ditinggalkan, kalianlah penerus bangsa ke depannya,” tutupnya. (*)


div>