SABTU , 18 AGUSTUS 2018

Sand Pocket 2 Desa Borisallo Jebol, 40 Hektare Sawah Petani Terancam

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 28 Maret 2018 17:15
Sand Pocket 2 Desa Borisallo Jebol, 40 Hektare Sawah Petani Terancam

Sand Pocket 2 retak. (ist)

GOWA, RAKYATSULSEL.COM – Ekstremnya curah hujan di penghujung Desember 2017 di Desa Borisallo Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa menyebabkan tanggul penahan air atau Sand Pocket 2 retak. Proyek yang dibangun tahun 2013 tersebut mulai sangat memprihatinkan. Tanggul bagian bawah mulai retak. Tingginya curah hujan menyebabkan banjir yang amat deras. Sehingga sisi sand pocket 2 sedikit demi sedikit retak.

Ketua Kelompok Tani Dampang Ujungloe Kabupaten Gowa, Mansyur Parawansa meminta pemerintah terkait segera melakukan rehabilitas dan perlu ada pengerukan seperti tahun 2006 lalu. Bukan hanya itu, sisi jalan sand pocket 2 sudah perlu direhabilitasi penambahan jalan sebelah kiri 2 meter.

“Kami mendesak Pemkab Gowa segera rehab sand pocket 2. Alasannya sebentar lagi akan jebol. Kalau ini jebol, sekitar 40 hektar sawah milik petani Desa Borisallo dan Desa Manuju akan hilang. Kami sudah surati Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan dan Jeneberang sejak Januari 2018 lalu, Bapak Gubernur Sulsel, dan Bapak Bupati Gowa, namun belum ada responnya,” kata Mansyur Parawansa, Rabu (28/3/2018).

Menurutnya, Balai Besar Pompengan harusnya turun ke lapangan untuk mengatasi masalah tersebut. Membentuk tim meneliti dampak yang ditimbulkan. Jangan sampai problem ini mengakibatkan rusaknya sawah-sawah di sekitar Sand Pocket II seperti 2009 lalu. “Jadi, kami sarankan pihak Balai Besar Pompengan membentuk rim untuk meneliti tanggul itu dan segera memperbaikinya,” katanya.

Dalam suratnya, Kelompok Tani Dampang Ujungloe menerangkan, musim hujan Desember 2017 menyebabkan Sand Pocket II di Dusun Bontojai, Desa Borisallo, Kecamatan Parangloe menjadi retak.

“Tanggul yang direhab 2013 ini retak saat musim hujan Desember 2017. Jadi, sebaiknya juga dilakukan pengerukan seperti pada tahun 2006,” tutur Mansyur.

Karena itu, Masnyur juga mantan Sekretaris BKKBN Sulsel menyarankan adanya penambahan jalan dan jembatan di atas Sand Pocket II sebagai peningkatan ekonomi pedesaan. “Retaknya tanggul Sand Pocket II ini berpotensi menenggelamkan 40 hektare sawah di sekitarnya. Kami sangat berharap pemerintah segera merehabnya,” pungkas Mansyur.

Untuk diketahui, tahun 2013 dilakukan pembangunan 3 Sand Pocket diperkirakan menalan biaya sektira Rp46 miliar. Ini hasil kesepakatan Pemerintah dan DPRD Gowa tanggal 21 Januari 2010 Proyek ini dibangun langsung oleh PT Waskita Karya. “Hanya saja dalam pembangunannya, khusus Sand Pocket 2 penataan jalan tidak di cor (beton) saluran irigasi dibelakang sand pocketl 2 seharusnya 50 meter, kenyataannya 30 meter,” ungkapnya.

Mansyur menambahkan, alasan peningkatan ekonomi, pihak pelaksana harusnya membangun
jembatan di atas sand pocket 2 untuk menghubungkan Desa Borisallo dan Desa Manuju, dimana masyarakat manuju mudah untuk transportasi ke Makassar.

Warga Desa Manuju, Nurhayati deng Cora berharap pembangunan jembatan menghubungkan Desa Manuju dan Desa Borisallo untuk memudahkan akses. Dimana dengan jembatan tersebut, memudahkan masyarakat melakukan aktifitas ekonomi dan transportasi. (*)


div>