MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Sandang Kader Terbaik Tak Jamin Ni’matullah Pimpin Demokrat Sulsel

Reporter:

Editor:

hur

Selasa , 05 April 2016 18:50

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulsel, masih belum menemui titik jelas. Hingga memasuki pekan pertama dibulan April ini pelaksanaan Musda partai Demokrat Sulsel masih simpang siur.

Sebelumnya, pada bulan Maret lalu direncanakan akan dilasanakan Musda Demokrat. Tapi rencana tersebut gagal karena bersamaan dengan pelaksanaan Touring De Java oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan pelaksanaan pelatihan kader oleh DPP.

Wakil ketua DPD partai Demokrat Sulsel, Andi Enre Cecep Lantara mengatakan, belum ada jadwal dari DPP setelah penundaan perencanaan Musda bulan Maret lalu. Menurutnya, pelaksanaan DPD partai Demokrat Sulsel masih menunggu jadwal terbaru dari DPP.

“Belumpi ada jadwal dari DPP semenjak adanya penundaan perencanaan Musda pada Maret lalu, kita di sini (DPD Demokrat Sulsel, red) masih menunggu jadwal terbaru,” ungkap Cecep Lantara.

Ia menambahkan, posisinya sebagai Organizing Commite (OC) tentunya telah siap untuk melaksanakan Musda. Ia mengaku, untuk tempat pelaksanaan Musda sendiri telah merencanakan tiga tempat.

“Sebagai OC tentunya harus siap melaksanakan Musda ketika telah ada jadwal dari DPP, dan saya sudah merekomendasikan tiga tempat untuk menggelar pelaksanaan Musda dan Muscab, yakni di Hotel Clarion, Hotel Singgasana, dan Hotel Imperial Arya Duta,” terangnya.

Terkait dengan munculnya nama Ni’matullah sebagai salah satu kader terbaik partai Demokrat, Pung Eng sapaan akrab Andi Enre Cecep Lantara tidak mau berkomentar perihal tersebut. Menurutnya, hal tersebut bukan sebuah domain yang perlu untuk ditanggapi. “Jangan mi saya komentari itu, yang lain saja,” ucapnya

Ketua OC Musda Partai Demokrat Sulsel, Haedar Majid mengatakan sangat mengapresiasi capaian yang diterima oleh Plt. ketua DPD Partai Demokrat Sulsel, Ni’matullah sebagai salah satu kader terbaik Partai Demokrat. Menurutnya, kader Demokrat Sulsel harus berbangga dengan capaian tersebut.

“Saya sebagai kader DPD Partai Demokrat Sulsel sangat bangga dengan apa yang telah diraih oleh Pak Ni’matullah. Hal ini tentunya perlu untuk diapresiasi,” kata Haedar, Senin (4/4).

Sementara itu, Pakar Politik Universitas Hasanuddin, Aswar Hasan mengatakan Ni’matullah yang masuk sebagai salah satu kader terbaik partai Demokrat Sulsel bukan menjadi jaminan akan kembali memimpin partai Demokrat di Sulsel. Ia menilai, semua calon memiliki peluang yang sama untuk menempati orang nomer satu di Sulsel.

“Salah satu kader terbaik yang disandang oleh Ni’matullah pada partai Demokrat bukan menjadi jaminan akan kembali memimpin Demokrat di Sulsel, saya kira semua calon punya peluang yang sama,” terangnya.

Oleh karena itu, kata dia, semua calon harus memperkuat negosiasi politik di DPP Partai Demokrat. Ia menilai, ketika akan maju sebagai calon ketua DPD Partai Demokrat harus berani memainkan peran dan manuver pada DPP.

“Saya kira semua calon harus kuat dalam melakukan negosiasi politik dan harus berani memainkan peran dan manuver di DPP,” ungkapnya.

Ia menambahkan, terkait rencana DPD Partai Demokrat Sulsel untuk melaksanakan Musda dan Muscab bersamaan merupakan sebuah terobosan untuk menguatkan kekuatan politik di Sulsel. Bukan hanya itu, terobosan tersebut juga merupakan salah satu langkah untuk mengantisipasi dalam pelaksanaan Pilkada serentak 2017 dan 2018 mendatang.

“Saya kira sebuah terobosan baru yang dilakukan DPD Partai Demokrat Sulsel dengan melaksanakan Musda dan Muscab secara bersamaan, sebab hal ini akan secara tidak langsung akan membuat stabil kekuatan politik dalam menyambut Pilkda serentak 2017 dan 2018 mendatang,” terangnya.


div>