JUMAT , 14 DESEMBER 2018

Sandiwara Politik Gerindra Jelang Pilgub

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Selasa , 26 September 2017 10:32
Sandiwara Politik Gerindra Jelang Pilgub

Doc.RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Partai Gerindra mulai mempertontonkan sandiwara politiknya jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018 mendatang. Meski telah mengirim empat nama ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Partai Gerindra masih mengakomodir bakal calon Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA).

Sebelumnya, disebutkan jika NA sudah tidak mungkin lagi diusung karena tidak mengembalikan formulir. Belakangan, Gerindra menjalankan strateginya dengan mengakomodir NA. Dengan syarat, Ketua Gerindra Sulsel Idris Manggabarani(IMB) sebagai wakil. Dengan kondisi ini, maka bisa dikatakan Gerindra kemungkinan akan mengusung NA.

Ketua Gerindra Sulsel, Idris Manggabarani, enggan berspekulasi perihal kemungkinan NA berpeluang diusung Gerindra di Pilgub Sulsel 2018 mendatang. IMB juga tak mempersoalkan terkait keterlambatan Bupati Bantaeng dua periode ini mengembalikan berkas formulir pendaftarannya ke Partai Gerindra Sulsel.

“Soal usungan, tergantung elektabilitas tinggi. Di Gerindra melihat Pak NA tinggi surveinya, kemungkinan itu kita dorong. Kan pengembalian formulir yang lambat mungkin karena kesibukan, kecuali lambat mendaftar itu yang jadi masalah. Kita partai besar selalu terbuka,” kata Idris, Senin (25/9).

Ia menegaskan, Gerindra Sulsel mendorong figur yang komitmen membesarkan partai dan punya elektabilitas tinggi sesuai survei internal Gerindra. Namun jika dirinya didorong berpaket dengan NA, ia menyerahkan sepenuhnya kepada DPP.

“Saya tidak masalah. Kalau pun ada kader yang didorong maju di pilgub mendampingi Pak NA. Tergantung DPP, semua keputusan di tangan DPP,” ujarnya.

Sekretaris Gerindra Sulsel, Rusdin Tabi, mengakui, Gerindra mendorong kadernya berpasangan dengan NA di Pilgub Sulsel 2018 nanti. Menurutnya, NA sangat layak didampingi Idris Manggabarani atau La Tinro La Tunrung. Dengan alasan, Gerindra pemilik sebelas kursi di DPRD Sulsel, yang bisa menggenapkan persyaratan jumlah kursi usungan untuk jalur partai politik di KPU.


div>