JUMAT , 19 JANUARI 2018

Sanksi untuk Pelajar Berkonvoi, Nyanyi Indonesia Raya-Menghafal Pancasila

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 03 Mei 2017 11:37
Sanksi untuk Pelajar Berkonvoi, Nyanyi Indonesia Raya-Menghafal Pancasila

HORMAT GRAK! : Tiga pelajar SMA yang nekatberkonvoi dan coret-coret baju untuk merayakan kelulusan mendapat hukuman menyanyikan Indonesia Raya dari polisi.

RAKYATSULSEL.COM – Imbauan agar siswa SMA/SMK tidak merayakan kelulusan dengan berkonvoi atau aksi coret-coret baju tidak sepenuhnya digubris. Buktinya, Selasa (2/5) masih terlihat konvoi di sejumlah ruas jalan. Beberapa siswa mengendarai motor secara bergerombol. Mereka juga mengenakan seragam putih abu-abu yang penuh dengan coretan.

Berdasar pantauan, rombongan konvoi sempat terlihat di sejumlah titik. Misalnya, Jalan Raya Kalijaten, Taman; Jalan Raya Jati, Sidoarjo; Jalan Raya Buduran; dan Jalan Jenggolo. Beberapa siswa juga berkumpul di area GOR Delta dan Gading Fajar.

Situasi itu pun membuat jajaran kepolisian bersikap tegas. Satsabhara dan polsek jajaran mengerahkan personel untuk membubarkan konvoi para pelajar tersebut. Karena tidak menggubris imbauan banyak pihak, polisi pun menghukum beberapa siswa yang tertangkap. Namun, hukuman itu bertujuan mendidik.

 

PUSH UP: Tiga pelajar SMA yang nekatberkonvoi dan coret-coret baju untuk merayakan kelulusan mendapat hukuman dari polisi.

 

Beberapa hukuman untuk mereka, antara lain, menyanyikan Indonesia Raya dan menghafal Pancasila. Selain itu, para pelajar bersangkutan harus hormat ke arah pengendara yang tengah melintas. Siswa yang seragamnya terlihat acak-acakan mendapat hukuman tambahan berupa push-up. ’’Hukuman harus mengandung unsur mendidik,’’ ujar Kasubnit 2 Satsabhara Polresta Sidoarjo Aiptu Agus Siswanto.

Agus dan personelnya juga menciduk tiga siswa di kawasan Jalan Raya Jenggolo. Pelajar yang sempat mendapat hukuman adalah Edit Pratama dan Muhammad Ismail. Mereka berasal dari SMA Antartika. Selain itu, ada nama Tegar Bagas dari SMAN 1 Wonoayu. ’’Sudah mau pulang, Pak,’’ kata Ismail berupaya mengiba kepada petugas.

Warga Banjarpoh, Banjarbendo, Sidoarjo, itu mengatakan bahwa dirinya berkumpul di area GOR Delta sejak pagi bersama teman-temannya. Sejumlah siswa di tempat itu lantas mencoret-coret seragam sekolah. Karena dihalau petugas, mereka kemudian berpindah tempat ke kawasan Perumahan Gading Fajar. Menginjak siang, rombongan konvoi itu membubarkan diri. ’’Ini buat kenang-kenangan,’’ ucapnya.

Rerata SMK Unggul dari Surabaya

Sementara itu, Kepala Seksi SMA, SMK dan PKLK UPT Cabang Dinas Pendidikan Sidoarjo Evi Dwi Widayanti mengatakan, pengumuman kelulusan sudah disampaikan oleh masing-masing sekolah. Dari laporan yang diterima, seluruh siswa kelas XII SMA/SMK sederajat di Sidoarjo 100 persen lulus. “Tidak ada yang tidak lulus,” katanya.

Evi mengaku, tahun ini hasil ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMA/SMK di Sidoarjo cukup baik. Untuk jenjang SMK, Sidoarjo meraih peringkat keempat dengan nilai total 229,40. Nilai itu jauh lebih tinggi dibandingkan Surabaya, yakni 220,53. “Sidoarjo masuk peringkat empat se-Jatim,” katanya.

Dibanding dengan tahun lalu, nilai unas pada tahun ini mengalami penurunan. Tahun lalu, nilai rerata kabupaten untuk SMK 68,66. Bahkan, tahun lalu Sidoarjo meraih peringkat tiga se-Jawa Timur. Adapun untuk SMA, Sidoarjo tahun ini meraih peringkat kelima se-Jatim. Yakni, dengan rerata kabupaten 65,32. Pada tahun lalu, Sidoarjo berada di peringkat kedelapan se-Jatim.


div>