SENIN , 19 NOVEMBER 2018

Santri Terbaik, Fitrah Fahreza Ternyata Hobby Melagukan Al-quran Sambil Nonton TV

Reporter:

Editor:

Niar

Minggu , 26 Maret 2017 18:52
Santri Terbaik, Fitrah Fahreza Ternyata Hobby Melagukan Al-quran Sambil Nonton TV

Foto : Muhammad Fitrah Fahreza besama kedua orangtuanya berfoto bersama Pembina LPPTKA-BKPRMI Hj Erna Rasyid Taufan usai menerima penghargaan sebagai santri terbaik satu Kecamatan Ujung di Gedung Islamic Center, Kota Parepare, Minggu, (26/3).

PAREPARE, RAKYATSULSEL- Muhammad Fitrah Fahreza (10), santri luaran Taman Kanak-kanak Al-qur’an (TKA) Al-Ikhsan, Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung Kota Parepare ini memang pantas mendapat gelar sebagai santri terbaik. Perolehan predikat tersebut didapatkannya dalam kegiatan wisuda santri yang digelar Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-kanak Al-qur’an (LPPTKA) dan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kecamatan Ujung di Gedung Islamic Center, Minggu, (26/3).

Mendapatkan penghargaan berupa piagam dan uang pembinaan yang diserahkan Pembina LPPTKA dan BKPRMI Hj Erna Rasyid Taufan, Putra dari pasangan Muhammad Arafah dan Endang Astriana ini mengaku punya kebiasaan unik yang dijadikan sebagai hobby setiap harinya. Ketika nonton televisi (tv) misalnya, siswa yang masih duduk di bangku kelas V SDN 45 Kota Parepare ini hobby menyanyi atau melakukan satu hingga beberapa ayat al-qur’an sebagai nyanyian sambil nonton.

Menurutnya, hal tersebut sudah mendarah daging dan lazim dilakoni dalam setiap kegiatan yang ia lakukan. “Saya suka membaca al-qur’an kak, setiap hari di rumah. Kalau sudah shalat saya mengaji, dan kalau nonton tv saya menyanyi tapi melagu ayat al-qur’an, dan lagu-lagu nasyid,” beber Fahreza, sapaan anak yang bercita-cita jadi ustadz layaknya Ustadz Djefri (Udje) ini.
“Cita-cita mau jadi ustadz kak, kayak Udje,” ujar anak yang dilahirkan pada 25 Oktober 2006 ini dengan nada polos.

Kepribadian Fahreza dengan menjadikan sosok Almarhum Udje sebagai inspirasi juga diakui ayahnya, Muhammad Arafah. “Biar nonton itu dia sambil ngaji, menyanyi lagu nasyid. Dia tidak suka menyanyi lagu lain, ayat-ayat al-qur’an yang biasa dia jadikan lagu. Fahreza terinspirasi dari Ustadz Djefri (Udje),” akunya.
[NEXT-RASUL]

Sementara itu, Ketua BKPRMI H Rahman Saleh mengatakan, pemberian penghargaan tersebut merupakan apresiasi dan motivasi bagi anak untuk mengasah kemampuannya, bukan hanya pada pengembangan ilmu pengetahuan saja di sekolah kata dia, namun dalam prestasi seperti justru harus menjadi perhatian utama, menurutnya.
“Ini adalah menjadi model agar anak-anak dapat berprestasi dan harus dipertahankan. Selama ini kita hanya membanggakan anak yang pintar menyanyi, misalnya. Di tengah krisis akhlak, kita upayakan berikan perhatian khusus bagi anak yang berprestasi seperti ini, harus menjadi perhatian pemerintah, memberikan bantuan beasiswa misalnya,” terang eks Anggota DPRD Kota Parepare ini.

Senada Rahman Saleh, Pembina LPPTKA dan BKPRMI Kota Parepare Hj Erna Rasyid Taufan mengaku bangga dan bersyukur atas penghargaan para siswa yang beprestasi di bidang al-qur’an. Bahkan Pembina Majelis Anak Sholeh ini juga mengaku bangga sejak mengetahui, jika Fahreza, santri terbaik satu di Kecamatan Ujung ini punya kebiasaan baik dalam mengamalkan al-qur’an saat menonton tv. “Wah saya bangga sekali dan sangat bersyukur, di tengah kemerosotan akhlak, ternyata masih ada anak-anak kita yang di luar pantauan kita mengamalkan al-qur’an, melagukan saat nonton tv,” puji Erna, Istri Walikota Parepare ini.

Apresiasi atas prestasi ketiga santri terbaik di Kecamatan Ujung tersebut, Erna menuturkan jika pihaknya atas nama Yayasan TP Center memberikan sumbangsih berupa dana pembinaan kepada tiga santri terbaik, masing-masing Muhammad Fitrah Fahreza dari TKA Al Ikhsan Lapadde, terbaik kedua Andi Muhammad Rusdi dari TKA Al Hidayah Lapadde, dan terbaik tiga Fitrah Ramadani Sangker dari TKA Baburridwan BTN Lapadde Mas.

“Atas nama Yayasan TP Center, kami memberikan tambahan bantuan dana pembinaan untuk ketiga santri terbaik karena saya melihat dana penghargaannya sangat minim, jadi kami tambahkan, ini untuk memotivasi anak-anak kita supaya terus berprestasi,” jelas Erna, yang sebelumnya enggan menguraikan prihal bantuan yang diberikannya tersebut.

Pada kegiatan wisuda 187 santri sekecamatan Ujung tersebut, juga dihadiri Direktur LPPTKA Hj Andi Fatimah, Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan H Zainal Arifin, pengurus FKCA, Majelis Anak Sholeh, TP PKK, kepala sekolah dan guru pembimbing, para orangtua wisudawan, dan organisasi lainnya.


Tag
div>