SELASA , 14 AGUSTUS 2018

Sapa Warga Sukabumi, Jokowi Tampil ala Dilan

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Senin , 09 April 2018 10:37
Sapa Warga Sukabumi, Jokowi Tampil ala Dilan

Presiden Joko Widodo saat melakukan peninjauan Proyek Padat Karya di Kabupaten Sukabumi, Minggu (8/4) (Istimewa)

SUKABUMI, RAKYATSULSEL.COM – Presiden Joko Widodo tampil beda saat berkunjung ke Pelabuhan Ratu. Menggunakan sepeda motor chopper-nya dan berpenmpilan ala Dilan, Jokowi melakukan peninjauan program Padat Karya Tunai (PKT) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, MInggu (8/4).

Mengenakan jaket biru tidak dikancing, polo shirt putih polos, celana jeans, dan sepatu hitam, Jokowi melakukan kunjungan dengan touring dari Puskesmas Bantar Gadung menuju Desa Pasir Suren melalui Jalan Pelabuhan. Tak hanya disitu, Jokowi juga mendatangi desa Citarik, Kecamatan Pelabuhan Ratu.

“Kita kontrol dan awasi agar pekerjaan yang diperintahkan betul-betul berjalan. Masyarakat mendapatkan pekerjaan melalui PKT ini. Saya selalu tanyakan kepada warga dibayar berapa, dan saya ingin memastikan berapa upah diterima tiap minggunya. Yang terpenting, kementerian-kementerian bekerja secara maksimal,” katanya.

Presiden Joko Widodo saat melakukan peninjauan Proyek Padat Karya di Kabupaten Sukabumi, Minggu (8/4) (Istimewa)

Ia menambahkan, di provinsi Jawa Barat sendiri terdapat 711 PKT Irigasi yang total anggarannya mencapai Rp 159 miliar. Anggaran ini, akan digunakan untuk seluruh desa di Jawa Barat.

“Saya ingin dana yang untuk masyarakat di desa ini bisa mereka dapatkan dengan cara yang produktif (cash for work). Hal ini berakibat daya beli dan konsumsi masyarakat di desa akan meningkat,” lanjutnya.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, PKT irigasi kecil di Desa Pasir Suren merupakan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air (P3TGAI) di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Ditjen Sumber Daya Air.

Pekerjaannya, berupa pembuatan saluran irigasi kecil sepanjang 600 meter (m) yang merupakan bagian daerah irigasi Cigobang dengan luas 125 hektare (ha).

“Anggarannya Rp 225 juta dengan melibatkan 70 orang yang merupakan anggota Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Mulyatani 3 dengan masa kerja 50 hari,”terangnya.

Tak hanya pekerjaan PKT irigasi kecil, di desa ini juga Kementerian PUPR melalui Ditjen Penyediaan Perumahan juga tengah melaksanakan PKT Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), atau bedah rumah dari yang tidak layak huni menjadi rumah layak huni.

Dijelaskan, penerima PKT bedah rumah akan mendapat bantuan sebesar Rp 15 juta, dimana Rp 12,5 juta untuk belanja bahan dan Rp 2,5 juta untuk upah. Umumnya, dana ini digunakan untuk perbaikan dinding rumah yang semula bilik menjadi batu bata dan perbaikan atap yang rapuh sehingga rawan untuk rubuh.

(sab/JPC)


div>