RABU , 20 JUNI 2018

Satgas Pangan Segel Gudang Gula Rafinasi

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Selasa , 23 Mei 2017 13:12
Satgas Pangan Segel Gudang Gula Rafinasi

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, memberi keterangan terkait gula rafinasi ilegal di UD Benteng Baru, Jl Tol Ir Sutami, Makassar, Senin (22/5) lalu. Petugas menemukan 107.360 sak gula atau sebanyak 5000 ton gula rafinasi yang tidak memiliki izin edar. Foto: qudratullah/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tim Satuan Tugas (Satgas) Ketahanan Pangan Sulsel menggrebek salah satu distributor terbesar gula rafinasi di Gudang Benteng Baru milik Ridwan Tandiawan, Sabtu (20/5) lalu.

Penggerebekan dipimpin Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Yudiawan Wibisono bersama Apegty dan KPPU Sulsel.

Gula rafinasi merupakan gula hasil proses atau olahan dari PT Makassar Tene yang izin atau aturan peruntukannya hanya untuk industri makanan dan minuman. Namun peredaran gula rafinasi tersebut beredar di tengah masyarakat dan sangat berbahaya jika dikonsumsi setiap hari.

“Awal investigasi kita yang pertama itu ditemukan gula rafinasi di salah satu pasar di Kabupaten Selayar. Setelah kita tahu bahwa sudah tersebar di seluruh wilayah Sulsel maka kita beritahu pihak kepolisian yang tugasnya untuk menindaki,” ujar Ketua KPPU Makassar, Ramli Simanjuntak saat ekspose di Gudang Benteng Baru, Senin (22/5).

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan Satgas Ketahanan Pangan yang dibentuk ini merupakan untuk mengawasi dan menindaki hasil komoditi dan gula rafinasi yang diamankan dalam jumlah besar tersebut sudah menyebar dan dikonsumsi masyarakat di Wilayah Indonesia Timur.

“Gula rafinasi ini sebenarnya untuk Industri makanan tapi sudah beredar ke pasar-pasar tradisional dan modern. Sangat berbahaya untuk kesehatan dan akan berefek pada osteoporosis dan diabetes,” ujar Dicky Sondani diberitakan Rakyat Sulsel, Selasa (23/5).

Gudang Benteng baru milik Ridwan tandiawan yang berisi lebih dari 107.360 karung/sak gula rafinasi tersebut sudah beroperasi sejak 3 tahun lalu. Gula Rafinasi tersebut merupakan gula impor yang dikirim dari Brazil dan Thailand.

[NEXT-RASUL]

“Jadi modusnya mereka memecah satu karung gula rafinasi menjadi ukuran sachet yang dikemas menjadi merk sari wangi,” lanjutnya.

Sementara itu, Kombes Yudiawan wibisiono mengatakan, peredaran gula rafinasi tersebut tidak hanya pada wilayah Sulsel saja akan tetapi sudah beredar di luar Sulsel. Seperti Kendari, Palu, Kupang, Sulteng, Kalimantan Utara bahkan sampai Papua.

“Gula rafinasi yang dikemas menjadi merk Sari Wangi tidak memiliki ijin edar dari BPOM dan tidak terdaftar di BPOM sehingga kami sampaikan bahwa gula merk Sari Wangi tidak layak beredar dan dikonsumsi oleh masyarakat,” ujarnya.

Sebagai informasi, total isi Gudang Benteng Baru mencapai 107 360 Karung/ Sak yang berisi tiap karung seberat 50 kilogram atau seberat 5.000 ton yang sudah disegel. Gula rafinasi yang sudah siap diedarkan ke masyarakat mencapai 86.660 kilogram 86,6 Ton. (***)


div>