SELASA , 12 DESEMBER 2017

Satpol PP Gerah, Prostitusi Pemaluan akan Ditertibkan

Reporter:

Editor:

Sofyan Basri

Senin , 23 Oktober 2017 20:33
Satpol PP Gerah, Prostitusi Pemaluan akan Ditertibkan

ilustrasi prostitusi

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Prostitusi di Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, rupanya membuat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Penajam Paser Utara (PPU) gerah.

Pasalnya, tempat esek-esek itu sudak tidak terkendali. Lantaran jumlah Pekerja Seks Komersial (PSK) dan warung remang-remang di sekitar kawasan ITCI terus bertambah.

Berdasarkan laporan intelijen Satpol PP, saat ini ada kurang lebih 10 PSK menjajakan diri di warung remang-remang di Pemaluan tersebut.

Padahal awal 2017 hanya ada tiga orang menjadi PSK di sana. Akibatnya, jumlah warung remang-remang ikut bertambah. Dari dua warung remang-remang menjadi enam.

“Laporan dari tim, ada tambahan PSK dari Banjarmasin dan eks Km 17 Balikpapan,” kata Kepala Seksi (Kasi) Operasi dan Pengendalian Satpol PP PPU Muhtar saat ditemui akhir pekan lalu, sebagaimana dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Group).

Dia mengaku, sudah menjadwalkan penertiban dalam waktu dekat. Koordinasi kepala Satpol PP dengan tim anggaran, baik tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) maupun Badan Anggaran (Banggar) DPRD telah dilakukan.

Menurutnya, pihaknya juga disokong anggaran operasional razia, untuk menertibkan kegiatan prostitusi di Pemaluan. Dalam satu kali pelaksanaan razia, membutuhkan anggaran Rp 11 juta.


div>