MINGGU , 23 SEPTEMBER 2018

Satpol PP Jusman Dituntut Lima Tahun

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Jumat , 05 Mei 2017 09:51
Satpol PP Jusman Dituntut Lima Tahun

Ilustrasi. foto: net

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tersangka kasus penikaman terhadap Bripda Michele Abraham, Jusman di Balikota Makassar, akhir tahun lalu kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (4/5). Sidang digelar dengan agenda pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Adrian Dwi Saputra.

Adrian menutut Jusman yang berprofesi sebagai Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) selama 5 tahun penjara. Jusman dinilai JPU secara menyakinkan melakukan penikaman terhadap korban sebanyak satu kali di bagian pinggang sebelah kiri dengan menggunakan badik.

“Meminta hakim untuk memutuskan terdakwa bersalah merampas nyawa orang lain seperti yang diatur dalam pasal 338 KUHP pada dakwaan primer dengan hukuman lima tahun penjara,” kata Adrian.

“Terdakwa dipukul oleh korban, kemudian terdakwa jongkok saat akan dipukul untuk kedua kali oleh korban dan menarik badik yang diselipkan di pinggangnya dan menikam korban di pinggang sebelah kiri,” lanjutnya diberitakan Rakyat Sulsel, Jumat (5/5).

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa Adnan Buyung Aziz mengatakan, pasal 338 KUHP yang dijeratkan kliennya adalah keliru. Karena Abraham Michele tidak mati ditempat namun sempat menjalani pengobatan di rumah sakit.

“Saya kaget dengan pemberian pasal 338 (pembunuhan) karena asumsi kita diberi pasal 351 dan 354 (penganiyaan). Kita akan melakukan eksepsi pekan depan, adapun isinya kita lihat nanti,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Adnan, dalam fakta persidangan, Jusman hanya melakukan pembelaan saat diserang oleh kelompok korban. Namun pihak kejaksaan tidak memasukkan kondisi itu sebagai pertimbangan.

[NEXT-RASUL]

“Apakah penikaman yang dilakukan Jusman yang mengakibatkan kematian itu benar? Itu juga tidak masuk dalam pertimbangan jaksa,” kata Adnan.

Dalam persidangan sebelumnya, Jusman mengaku melakukan penikaman karena pembelaan terpaksa untuk menyelamatkan diri dari pelaku penyerangan Kantor Balaikota pada saat itu.

Terdakwa mengaku dipukul dan dianiaya beberapa kali oleh sekelompok orang berpakaian preman. Dia dipukul dengan menggunakan benda tumpul. (***)


div>