MINGGU , 25 FEBRUARI 2018

Satu Perusahaan Dilaporkan Tak Bayar THR

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Rabu , 21 Juni 2017 13:39
Satu Perusahaan Dilaporkan Tak Bayar THR

Ilustrasi. foto: net

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel mengimbau para karyawan/pekerja tidak perlu mengkhawatirkan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) dari perusahaan. Apindo sudah melakukan imbauan kepada perusahaan agar segera membayar THR karyawan.

“Kami sudah memberikan imbauan kepada para pengusaha untuk segera membayarkan THR,” kata Ketua Apindo Sulsel, La Tunreng diberitakan Rakyat Sulsel, Rabu (21/6).

Menurut dia, dasar hukum pembayaran THR ini sudah sesuai dengan arahan dari pemerintah yang juga diatur dalam UU No 13 Tahun 2003 mengenai hak pekerja. THR itu sudah dapat dibayarkan dua minggu jelang lebaran. Meski demikian, juga ada beberapa perusahaan yang melakukan pembayaran THR pasca lebaran Idulfitri.

“Mengenai laporan yang ada pada kami, hingga saat ini belum menerima pengaduan soal pembayaran THR ini. Namun, beberapa perusahaan banyak yang sudah membayarkannya, sementara bagi yang membayar setelah lebaran, sekedar untuk meringankan beban perusahaan pada jelang lebaran,” katanya.

La Tunreng berharap adanya kesepakatan antara perusahaan dengan pekerja jika perusahaan yang bersangkutan mengalami kesulitan untuk pembayaran THR sebelum Idulfitri.

“Harus ada kesepakatan yang dipatuhi bersama, kalaupun misalkan ada kejadian tersebut saya pikir tidak terlalu banyak. Karena terkadang ada juga perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan jelang lebaran,” katanya.

Pihaknya juga berharap jika perusahaan kesulitan membayarkan THR, sejak awal harus ada keterbukaan kepada perwakilan serikat buruh.

[NEXT-RASUL]

“Dengan demikian, pekerja bisa menerima kondisi tersebut. Bagaimanapun juga, ketika perusahaan kesulitan membayarkan THR, pekerja tidak bisa memaksakan kemampuan perusahaan tersebut,” pungkas dia.

Mengenai sanksi, La Tunreng menjelaskan, pengusaha yang tidak membayarkan THR akan dikenakan denda sebesar 5 persen dari total THR yang harus dibayarkan kepada pekerja/buruhnya untuk peningkatan kesejahteraan pekerja.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulsel, Agustinus Appang mengaku baru mendapatkan satu laporan terkait perusahaan yang tidak membayar THR karyawan.

Laporan tersebut sudah diproses dan akan dievaluasi. “Sementara dievaluasi sama teman-teman di kantor, sampai saat ini baru satu yang masuk,” ungkapnya..

Dia menambahkan, dalam peraturan menteri ketenagerjaan (Permenaker) tahun 2016, paling lambat satu minggu sebelum Hari Raya Idul Fitri, perusahaan wajib memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada karyawannya.

Jika menyalahi aturan tersebut, lanjut Agustinus, maka akan dikenakan sanksi berupa denda. “Tapi sebelum diberikan sanksi harus kita verifikasi dulu, apakah betul tidak memberikan THR kepada karyawannya. Tapi sampai saat ini rata-rata perusahaan sudah memberikan THR dua minggu sebelum lebaran,” jelasnya. (***)


div>