SENIN , 10 DESEMBER 2018

Saudi Airlanes Praperadilankan Aset Abu Tours

Reporter:

Irsal

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 14 Juli 2018 10:30
Saudi Airlanes Praperadilankan Aset Abu Tours

Kantor Abu Tours. (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pihak maskapai penerbangan Saudi Airlines mengajukan permohonan praperadilan di Pengadilan Negeri Makassar terhadap penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel terkait penyitaan aset Abu Tours yang telah disita beberapa waktu lalu, Jumat (13/7) kemarin.

Pihak maskapai penerbangan Saudi Airlines diwakili oleh penasihat hukumnya, Afriady Putra bahwa kliennya mengajukan praperadilan karena pihak Saudi Airlines memiliki hak terhadap aset yang disita penyidik kepolisian sebagai bentuk perjanjian kerja antara Abu Tours dan maskapai ini.

“Ada hak kami (terhadap barang yang disita) karena kami telah menerbangkan orang. Klien kami yang merasa dirugikan, yang disita yang punya kita yang telah secara keperdataan telah dilakukan yang ikut disita,” kata Afriady.

Ia mengungkapkan bahwa Abu Tours saat masih menjadi biro perjalanan umrah telah melakukan kerja sama dengan maskapai Saudi Airlines dengan menyediakan tiket bagi jemaah umrah Abu Tours. Namun, pihak Abu Tours tak kunjung mengganti biaya tiket yang telah diberikan oleh Saudi Airlines.

Untuk itu, pihaknya menginginkan agar aset Abu Tours yang telah disita penyidik kepolisian diberikan sebagian kepada maskapai ini sebagai bentuk kesepakatan yang sebelumnya dibuat dengan pihak Abu Tours perihal piutang ini.

“Dia (Abu Tours) adalah agen yang mengambil tiket kepada kita dan dia belum bayar dan secara keperdataan mempunyai hak tanggungan kepada kami,” ujarnya.

Sementara itu, Pakar Hukum Pidana Universitas Indonesia, Eva Achjani Zulfa yang menjadi saksi ahli pada persidangan tersebut menilai praperadilan yang diajukan oleh maskapai penerbangan Saudi Airlines sah.

“Praperadilan itu kan penting sebetulnya untuk kita menguji apakah manajemen penanganan perkara itu sudah tepat atau belum. Sah saja saya kira karena kita berbicara proses administrasi kita tidak bicara salah atau benar,” kata Eva.

Selain itu, sidang tersebut juga dihadiri puluhan agen dan jemaah Abu Tours yang merasa dirugikan oleh biro perjalanan umrah ini. Bahkan puluhan jemaah ini melakukan aksi unjuk rasa sebelum ditemui perwakilan Pengadilan Negeri Makassar.

Kedatangan mereka untuk menuntut pihak kepolisian untuk tidak menghentikan penyitaan dan menginginkan Abu Tours untuk mengganti biaya jemaah yang telah disetornya.

“Kami datang untuk mengawal. Karena kami juga korban, nanti hari senin kami datang lagi,” kata salah seorang perwakilan agen yang enggan disebutkan namanya. (*)


div>