MINGGU , 16 DESEMBER 2018

Saya Kartini

Reporter:

doelbeckz

Editor:

Kamis , 21 April 2016 20:16
Saya Kartini

Wakil Ketua DPC PDIP Kota Makassar, Andi Nabila Ansyari.

KARTINI, apa yang ada dibenak anda ketika mendengar nama itu? Yah, sudah pasti pikiran kita tertuju pada sosok yang berhasil merubah wajah perempuan Indonesia. Kartini dikenal sebagai salah satu Pahlawan nasional yang gigih memperjuangkan emansipasi perempuan semasa hidupnya. Ia adalah simbol perjuangan kaum perempuan di masa kolonialisme.

Kartini lahir pada tanggal 21 April 1879 di Kota Jepara. Beliau lahir di tengah keluarga bangsawan, oleh sebab itu ia memperoleh gelar R.A ( Raden Ajeng ) di depan namanya. Ayahnya bernama R.M. Sosroningrat, seorang bangsawan yang menjabat sebagai bupati jepara. Sedangkan ibu kartini bernama M.A.Ngasirah, beliau bukan keturunan bangsawan melainkan hanya anak dari seorang guru agama.

Semangat perjuangannya menjadi warisan bagi eksistensi perempuan Indonesia. Untuk menghormati pengorbanan dan jasa-jasanya pada bangsa Indonesia, hari kelahirannya kemudian diperingati sebagai hari kartini. Maka jangan heran jika menjelang peringatan hari kartini, rentetan kegiatan bertema perempuan selalu ikut mewarnai hari kelahiran beliau.

Saya dan perempuan Indonesia lainnya patut bersyukur karena di masa sekarang, perempuan jauh lebih baik. Peran perempuan tidak lagi hanya mengurusi dapur rumah tangga semata. Bukan hanya menjadi perempuan yang duduk manis di rumah tanpa harus tahu perkembangan di luar. Lebih dari itu, dalam berbagai bidang, perempuan bisa tampil mengambil peran-peran strategis bagi arah pembangunan bangsa.

Melihat potret perempuan saat ini, keberadaannya akan mudah kita temui dan lihat hampir di berbagai level jabatan dalam suatu institusi maupun organisasi. Ada yang menjadi menteri, kepala daerah, direktur, pengusaha, dosen, dokter dan berbagai profesi lainnya. Perempuan tersebar mulai dari perkantoran, pabrik, pusat-pusat kegiatan politik, ekonomi, sosial, budaya, dan organisasi.

Semangat Kartini di tengah perkembangan zaman, harus mampu mendorong kaum hawa untuk terus berkiprah di segala bidang dan mengukir prestasi. Tak sedikit perempuan Indonesia telah menorehkan tinta emas dalam perjalanan bangsa ini. Salah satunya Presiden RI ke-5 ibu Megawati Soekarnoputri.

Dalam bidang politik, perempuan telah mendapatkan ruang meski kuota 30% yang disiapkan di parlemen belum mampu terpenuhi. Perempuan tak lagi alergi dengan politik, perempuan kini lebih antusias untuk melebur dalam kegiatan-kegiatan politik bahkan menjadi salah satu sumber kekuatan parpol.

[NEXT-RASUL]

Kiprah perempuan dalam politik, cukup menjanjikan dan memberikan angin segar. Tetapi juga memberikan kabar buruk. Beberapa tahun terakhir ini, banyak politisi dari kalangan perempuan justru terlibat kasus hukum. Perempuan yang seharusnya memberikan kesejukan malah terbelit oleh sejumlah kasus hukum.

Di sisi lain, spirit Kartini juga dimaknai secara keliru dan kebablasan. Banyak perempuan menjadikan alasan emansipasi dalam berkarir dan berkarya tapi seolah lupa akan kewajiban mereka. Berbagai persoalan yang menerpa kaum perempuan ikut andil dalam tergerusnya perhatian untuk bisa menampilkan jati diri sebagai seorang Kartini.

Peran media yang menampilkan sosok perempuan idaman masa kini cenderung jauh dari nilai- nilai yang bisa memuliakan perempuan itu sendiri. Perempuan lebih di identikkan dengan pakaian, kecantikan, kemolekan tubuh dan materi belaka. Tidak mencerminkan kecerdasan fikiran dan semangat maju demi bangsa dan keluarga.

Seharusnya Kartini masa kini adalah sosok perempuan yang memiliki wawasan dan pengorbanan, kuat, menginspirasi, bermanfaat untuk banyak orang dan mengambil posisi penting dalam bidang apapun tanpa melupakan fitrahnya sebagai perempuan.
Era Modernitas menjadi tantangan tersendiri bagi kaum perempuan untuk eksis dan berperan sebagai seorang Kartini masa kini.

Olehnya itu, perempuan Indonesia harus berani mengatakan dalam diri bahwa saya Kartini. Kita bisa menjadi Kartini karena mewarisi semangat perjuangannya. Jangan biarkan perjuangan Kartini hanya berada dalam ingatan tanpa disertai tindakan. Mari sama-sama menjadi penggerak perubahan, pembawa terang dalam kegelapan untuk keluarga dan bangsa.

Merdeka !!!
19 April 2016
Andi Nabila Ansyari
Wakil Ketua DPC PDIP Kota Makassar


Tag
  • hari kartini
  •  
    div>