RABU , 26 SEPTEMBER 2018

Sebaiknya PKS Makin Berhati-hati Suarakan #2019GantiPresiden

Reporter:

Editor:

Iskanto

Selasa , 11 September 2018 20:33
Sebaiknya PKS Makin Berhati-hati Suarakan #2019GantiPresiden

ilustrasi

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Direktur Masyarakat Anti Kekerasan Indonesia (MAKI) Muhammad Baihaqi menyatakan, kaki tangan kelompok Negara Islam Irak Suriah (ISIS) harus diwaspadai. Menurutnya, ISIS yang makin terjepit di Irak dan Suriah telah memaksanya mengubah strategi dengan mengumbar kekerasan di negara lain.

Baihaqi mengatakan, ISIS memanfaatkan potensi kekacauan di negara-negara tempat simpatisan dan pendukungnya berada. “Salah satunya adalah Indonesia,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Selasa (11/9).

Baihaqi menjelaskan, untuk di Indonesia ISIS akan memanfaatkan masyarakat yang terbelah karena dukungan di pemilihan presiden (pilpres) agar berujung konflik. Terlebih, gesekan antara dua kubu calon presiden (capres) terlihat nyata. “Nah, ISIS kemungkinan besar akan bermain di sini,” ulasnya.

Menurut Baihaqi, ISIS akan memanfaatkan gerakan #2019GantiPresiden yang dipelopori politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera. Problem muncul karena kubu Prabowo Subianto juga tak mau mengakui gerakan itu secara resmi.

“Karena itu gerakannya menjadi sangat liar dan berpotensi dimanfaatkan,” tuturnya.

Bahkan, Baihaqi menyebut ISIS sangat mungkin memanfaatkan kader PKS. “Karena secara ideologi PKS kemungkinan jaraknya dekat dengan kelompok ISIS dibanding dengan partai lain atau kelompok lain,” katanya.

Baihaqi lantas menyodorkan sejumlah fakta untuk memperkuat argumennya. Antara lain anggota DPRD Pasuruan bernama Muhammaed Nadir Umar dari PKS yang pernah dideportasi dari Turki karena hendak masuk ke Suriah.

Nadir datang ke Turki dan mengaku sebagai relawan kemanusiaan dari Yayasan Qouri Ummah. Dia berangkat pada 31 Maret 2017 dengan membawa uang donasi sebesar USD 20.000 ribu untuk para pengungsi di Turki dan Lebanon.

Oleh karena itu Baihaqi menyarankan kepada PKS agar berhati-hati tentang kemungkinan adanya penyusupan dari ISIS. “Dalam kondisi seperti ini yakni tahun politik, PKS yang mengusung tagline ganti presiden harus berhati-hati dalam mengusungnya karena (berpotensi) dimanfaatkan oleh mereka sehingga merugikan PKS sendiri,” pungkasnya.(rmol)


div>