SENIN , 24 SEPTEMBER 2018

Sebar Video Hoaks, Pria Asal Bali Ini Diringkus Tim Cyber Crime Polda Sulsel

Reporter:

Ramlan Makkaratang

Editor:

Muh Sophian AS

Minggu , 26 November 2017 19:50
Sebar Video Hoaks, Pria Asal Bali Ini Diringkus Tim Cyber Crime Polda Sulsel

Iwan Alek Efendi alias Fendi Bin Ramimin (30) dibekuk Tim Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sulsel, di sebuah Rumah Makan cepat saji, di Kota Denpasar, Provinsi Bali. Jumat (24/11) pekan lalu. Iwan ditahan karena menyebar video Hoaks.

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Iwan Alek Efendi alias Fendi Bin Ramimin (30) dibekuk Tim Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sulsel, di sebuah Rumah Makan cepat saji, di Kota Denpasar, Provinsi Bali. Jumat (24/11) pekan lalu.

Pria asal Bangkalan Jawa Timur tersebut merupakan warga Jl. Nusa Kambangan , Kelurahan Dau Purikau, Kecamatan Denpasar Barat, Provinsi Bali. Pria bernama Fendi (30) tersebut ditangkap lantaran telah menyebar video Provokasi di media sosial Facebook saat 5 November yang lalu.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Sulsel mengatakan pelaku penyebar video tersebut mengunggah kembali video aksi unjuk rasa Mahasiswa Unismuh Makassar yang terjadi 28 Oktober 2016 disertai keterangan yang menyebutkan “Akibat Operasi Zebra 2017” lantaran sakit hati setelah pernah ditahan oleh Satuan Polisi Lalu Lintas.

“Penyebar pertama ini sengaja untuk memprovokasi, dengan mengaitkan Operasi Zebra 2017 lantaran pernah ditahan oleh Satlantas dan mengaku meberikan uang sebesar 20 ribu tanpa permintaan personil satlantas tersebut, padahal kendaraan yang digunakannya dilengkapi dengan surat-surat, namun berdalih ia tak ingin dipersulit, di situlah pelaku mulai sakit hati,” urainya

Yudiawan menambahkan, meski video yang telah mencoreng nama Kepolisian Polda Sulsel hingga Unismuh Makassar telah menyebar luas dan bahkan mendapat 7.300.000 komentar baik negatif mau pun positif dan sebanyak 11.000 Like dan Emotion sebanyak 57.000, 100.600 kali dibagikan oleh pengguna media sosial lainnya. “Nanti kita akan koordinasi dengan Kominfo tentang video itu untuk dihentikan atau dihapus. Itu akan diblokir,” katanya

Akibatnya, kini pelaku disangkakan Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik atau ancaman Pidana paling lama 6 (enam) Tahun dan atau denda palng banyak Rp. 1.000.000.000,- (Satu Milyar Rupiah). (*)

 


div>