SENIN , 23 JULI 2018

Sebelum Ramadan, Pedagang Pasar Sentral Direlokasi

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Jumat , 06 April 2018 14:15
Sebelum Ramadan, Pedagang Pasar Sentral Direlokasi

Syamsu Rizal. (ist)

* Pembayaran Bisa Dicicil ke MTIR

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Polemik relokasi sejumlah pedagang pasar sentral masuk ke gedung baru New Makassar Mall (NMM) belum juga beres. Terbaru, pihak Pemkot Makassar berupaya merelokasi pedagang pasar sentral tersebut sebelum masuk bulan Ramadan.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal mengatakan, proses relokasi pedagang pasar sentral ke gedung baru New Makassar Mall telah dilakukan rapat dengan Pihak MTIR dan BPKA untuk mendapat solusi secepatnya.

“Target kita kan sebelum ramadhan ini bisa masuk,” singkat Syamsu Rizal, Kamis (5/4).

Ia mengatakan, pihaknya tidak bisa mendesak lantaran jumlah pedagang pasar sentral mencapai 1.000an pedagang. “Banyak kendala mulai dari harga, fasiltas, luas dan semua itu dibahas dalam rapat dan soal harga itu sudah ada kita sepakati Rp 42 juta per meter,” ucap Deng Ical.

Lanjut Deng Ical, harga Rp 42 juta per meter tersebut hasil kesepakatan bersama dalam beberapa pertemuan yang ia lakukan dengan pihak MTIR, BPKA, Pedagang dan itu harga standar yang telah ditentukan Kadin, Pedagang dan Pihak Unhas.

“Kita marathon, tinggal terakhir pertemuan ini bicara soal teknis untuk panggil MTIR agar bisa kasi masuk pedagang. Malah ada solusi yang diberikan yaitu sistem cicil yang tidak mampu,” ucapnya.
“Ada yang tidak mampu bayar dikasi harian, ada harga Rp 24 ribu per hari dan ini kita harap segera masuk,” lanjutnya.

Sementara itu, Direktur MTIR, Imran mengatakan bahwa proses relokasi pihaknya telah menyerahkan sepenuhnya ke Pemkot Makassar. “Kita bagi tugas, MTIR ini kan tugasnya sudah selesai membangun, kita harapkan untuk relokasi ini Pemkot yang berinisiatif, kita hanya mendukung,” ucap Imran.

Ia mengatakan bahwa saat ini pedagang pasar sentral yang telah masuk ke NMM mencapai 100 orang karena telah membayar. Namun, pihaknya berharap semua pedagang masuk karena tempat diklaim sudah siap.

“Harga kita bervariasi, ada memang juga harga Rp 65 juta tapi tergantung tempatnya jadi tidak rata, misalnya dekat dari pintu itu tentu agak tinggi, jauh dari pintu pasti turun-turun sedikit,” jelas Imran.

Lanjut Imran, Pihaknya bahkan memberikan kemudahan dalam penbayaran seperti dengan memakai sistem cicil yang tidak memiliki modal untuk membeli atau menyewa lods yang tersedia di NMM.

“Bisa dicicil, kalau misalnya di PK5 sewa perhari itu bisa sampai ada yang Rp 30 ribu perhari dan itu tergantung PK5,” ucap Imran. (*)


div>