SELASA , 21 AGUSTUS 2018

Sebut Golkar Tak Lagi Rindang, Saharuddin Said Pilih PAN

Reporter:

Iskanto

Editor:

Lukman

Selasa , 07 Agustus 2018 16:20
Sebut Golkar Tak Lagi Rindang, Saharuddin Said Pilih PAN

Saharuddin Said

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Legislator DPRD Makassar Sahruddin Said memilih maju di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang dengan kendaraan baru. Hal itu pasca dirinya tidak lagi diakomodir oleh Partai Golkar pada pemilu nanti dan memilih PAN sebagai labuan terakhirnya.

Ia mengakui bahwa dirinya seakan dianak tirikan oleh Fraksi Golkar DPRD Makassar. Bagaimana tidak, setahun belakangan ini ia tak lagi dilibatkan dalam kelengkapan dewan, seperi Banggar, Bamus, Baleg dan lainnya kecuali komisi. Bahkan, namanya dicoret sebagai salah satu bakal caleg

“Sebenarnya bukan tidak menginginkan Golkar, karena memang Golkar sudah tidak mengakomodir saya. Saya hanya di suruh menunggu. Bayangkan ketua DPRD Farouk M Betta, yang juga notabene adalah Ketua DPD II Golkar Makassar, selama satu tahun belakangan ini hak saya di DPR tidak diberikan,” kata Sahruddin Said.

Menurutnya, dibawah kepemimpinan Farouk M Betta, Golkar tidak lagi berfungsi sebagai organisasi kepartaian. Namun diibaratkan sebagai perusahaan yang hanya mementingkan urusan pribadi belaka.

“Pantas tidak seorang ketua DPRD, yang juga ketua Golkar Makassar tidak memberikan hak saya, dan saya ini anggota fraksi Golkar. Saya pernah pertanyakan ke sekretaris fraksi tapi jawabanya mengarahkan saya ke ketua,” terangnya.

Saharuddin Said mempertanyakan alasan Partai Golkar yang bersikap seperti itu kedirinya. Karena menurutnya, selama ini apa yang ia lakukan tidak menyimpang dari aturan partai.

“Sampai saat ini saya masih heran, apa yang pernah saya perbuat sehingga Golkar bersikap seperti ini ke saya. Selama saya tidak pernah berteriak, karena saya tidak ingin mempermalukan partai saya,” tuturnya.

Atas hal itu, Sahruddin kemudian hanya bisa mengucapkan terimakasih kepada fraksi yang telah di gandengannya selama mengabdi baik di partai dan juga untuk masyarakat kota Makassar.

“Mengabdi itu bukan hanya di bawah pohon beringin, tapi mengabdi juga bisa di bawah matahari. Karena Golkar sudah tidak rindang lagi, tapi di bawah cahaya matahari bersama partai terdepan Insya Allah akan bercahaya selalu,” tandasnya. (*)


div>