RABU , 23 MEI 2018

Sebut Isu Pencaplokan KTP Hoax, JPI Ajak Lawan Pembegal Demokrasi

Reporter:

Editor:

Lukman

Kamis , 14 Desember 2017 00:56
Sebut Isu Pencaplokan KTP Hoax, JPI Ajak Lawan Pembegal Demokrasi

Jaringan Pemuda Ichsan (JPI) imbau jangan percaya isu pencaplokan dukungan.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Beredarnya isu pencaplokan data dan KTP oleh tim Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) ditanggapi santai salah satu tim pemenangan Punggawa Macakka, Jaringan Pemuda Ichsan (JPI).

Juru Bicara JPI, Muhammad Firwandhy Atmin mengungkapkan isu pencaplokan hanya penggiringan opini untuk membunuh karakter jagoannya, akan tetapi semuanya telah di perhitungkan secara matang.

“Verifikasi faktual adalah tantangan terberat untuk lolos di jalur independen dan di fase ini memang banyak celah bagi pihak tertentu untuk melancarkan manuvernya, sehingga muncul isu ini, kami hanya melihatnya sebagai penggiringan opini untuk pembunuhan karakter saja, karena jauh sebelumnya kami telah memperhitungkan ini semua secara matang,” terangnya.

Muhammad Firwandhy mengaku heran dan mempertanyakan adanya nama beberapa tokoh yang cukup dikenal muncul sebagai korban pencatutan yang menurutnya mustahil dilakukan tim IYL-Cakka. Ia bahkan menudiang penyebar isu ini mengejar pemberitaan negatif IYL-Cakka.

“Yang kami herankan kenapa nama yang dimunculkan sebagai korban pencaplokan adalah orang yang cukup dikenal dan kami pun tahu sikap politik beliau sehingga tidak mungkin pihak kami yang mencaplok datanya, kemudian juga kenapa bisa data ini diketahui publik sebelum jadwal verifikasi faktual 12 Desember 2017, KPU tidak mungkin juga berani membuka sebelum waktu yang ditentukan. Sehingga dapat dipastikan isu ini adalah hoax dan target dari isu ini adalah pemberitaan negatif IYL-Cakka,” tutur mahasiswa UNM ini.

Pihaknya juga mengimbau kepada semua yang telah mendukung IYL-Cakka yang maju di jalur perseorangan untuk melawan pembegal demokrasi.

“Kepada masyarakat yang telah memberikan dukungannya kepada Punggawa untuk maju di jalur independen untuk melawan bila mana ada pihak yang meminta untuk mencabut dukungan yang telah diberikan. Apapun konsekuensinya, lawan. Karena mereka adalah pembegal demokrasi,” ucapnya.

Kendati demikian, pihaknya tetap mengajak semua pihak untuk menjaga kodusifitas dan menjadikan pilkada ini sebagai ajang adu gagasan.

“Kepada semua pihak mari kita bersama-sama menjaga kondusifitas daerah kita dan mari kita jadikan kontestasi ini sebagai ajang adu ide, adu gagasan. Kita semua bersaudara,” tutupnya. (*)


div>