RABU , 19 SEPTEMBER 2018

Sebut Sulsel Masuk Zona Merah Pernikahan Dini

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 25 April 2017 10:18
Sebut Sulsel Masuk Zona Merah Pernikahan Dini

IST PEDULI SESAMA. Menteri PPA, Yohana Yembise mengunjungi rumah korban kekerasan anak di Kapasa Makassar belum lama ini.


PERNIKAHAN dini di Indonesia semakin meningkat. Bahkan sejumlah daerah di Indonesia termasuk Sulsel, masuk dalam zona merah darurat pernikahan dini.

 

Penulis : Suryadi Maswatu

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Yohana Susana Yembise menyebutkan Indonesia saat ini masuk kategori darurat pernikahan dini. Hal ini kata dia dikarenakan pergaulan bebas di kalangan generasi muda.

“Dari catatan tim kami PPPA di sejumlah daerah, Sulsel masuk zona daerah darurat pernikahan dini karena angka pernikahan usia dibawah umur relatif tinggi dibandingkan daerah lainnya,” ujarnya saat di temui di Hotel Arya Duta Makassar, akhir pekan kemarin.

Pernikahan usia dini selain kerap menyebabkan keretakan rumah tangga, juga ternyata berisiko kematian dan terjangkit penyakit mematikan, AIDS. Banyaknya pernikahan usia dini di Sulsel menjadikan wilayah ini sebagai zona merah oleh pemerintah.

Menteri perempuan asal Papua ini menjelaskan, Indonesia memang mengalami darurat pernikahan dini. Banyak bocah-bocah perempuan dibawah umur yang harus menanggung beban sebagai seorang istri maupun ibu.

Padahal secara fisik maupun psikologis, lanjut dia mereka belum siap. Akibatnya, banyak anak-anak perempuan yang mengalami nasib pilu. “Kondisinya seperti ini cukup berat, dan butuh perhatian serius,” katanya.

Terlepas dari itu, Yohana menilai, perlindungan perempuan di Indonesia tidak cukup mengandalkan pemerintah atau lembaga terkait. Perempuan saat ini dituntut melindungi diri pribadi melalui ilmu pengetahuan dan kemandirian secara ekonomi dan bidang lainnya.

[NEXT-RASUL]

“Pembinaan terhadap perempuan itu yang harus dilakukan pemerintah pusat dan daerah ke depannya,” tuturnya.

Yohana menyebutkan, angka kekerasan seksual terhadap anak semakin berkurang. Apalagi, setelah Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 yang mengatur tentang perlindungan anak diterbitkan. Terlebih, dalam peraturan tersebut termuat sanksi kebiri bagi pelaku kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur.

Yohana mengatakan, dibandingkan dengan tingkat kekerasan terhadap anak pada tahun 2014 dan 2015, tahun 2016, angkanya sudah mulai berkurang. Pada tahun 2014 dan 2015, angka kekerasan terhadap anak tercatat lebih dari 3.500 kasus.

“Namun, 2016 ini sudah mulai menurun dengan adanya sosialisasi kita terkait adanya Undang-undang terkait kebiri itu,” sebut Yohana.

Meski begitu, Yohana mengakui jika kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur masih marak terjadi. Penilaian itu, kata dia, lebih banyak jika dibandingkan dengan kasus terhadap perempuan ataupun kasus lainnya yang menjadi sorotan KPPPA.

“Yang sekarang meningkat itu kekerasan seksual terhadap anak-anak itu. Saya juga tidak mengerti kenapa anak-anak ini yang jadi korban,” ucap Yohana.

Sebelumnya, Kepala Bidang Data dan Informasi Gender dan Anak DPPPA Sulsel, Suciati Sapta Margani mengatakan, pernikahan dini kerap terjadi di Sulsel, karena msyarakat masih kurang patuh terhadap aturan yang ada. “Terutama masalah agama dan hukum yang berlaku di Indonesia,” ujarnya.

[NEXT-RASUL]

Selain itu juga, karena masih kurangnya pengetahuan terkait dampak dari pernikahan usia dini. Menurutnya, orangtua menjadi kunci dalam upaya penurunan prevelensi perkawinan usia dini ini.

Dinas PPPA sendiri berupaya melakukan penguatan kapasitas lembaga/organisasi masyarakat dalam hal pemenuhan hak dan perlindungan anak. “Oleh karena itu, perlu adanya edukasi bagi orang tua,” katanya.

Lebih penting lagi untuk mendorong komitmen pemerintah daerah dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak, pencegahan pernikahan usia dini menjadi salah satu indikator dalam pencapaian predikat kabupaten/kota layak anak di Sulsel.

“Untuk itu, sesuai dengan UU perlindungan anak, usia layak menikah adalah diatas 18 tahun, hal ini akan baik untuk pihak laki-laki maupun perempuan,” pungkasnya. (D)


div>