SENIN , 17 DESEMBER 2018

Sebut Taufan Hebat, Jokowi Minta ITH dan Museum BJ Habibie Dipercepat

Reporter:

Niar

Editor:

Rabu , 04 Juli 2018 07:35
Sebut Taufan Hebat, Jokowi Minta ITH dan Museum BJ Habibie Dipercepat

int

PAREPARE, RAKSUL.COM– Sehari di Kota Parepare, orang nomor satu di Indonesia, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) punya banyak kesan dan membawa angin segar bagi warga Parepare.

Ketertarikan khusus Jokowi di kota kelahiran Presiden ke-3 RI BJ Habibie ini, adalah dijadikannya Habibie ikon kota. Jokowi memang mengagumi sosok Habibie.

Sempat berbicara khusus selama beberapa menit dengan Habibie lewat telepon selular (ponsel) yang difasilitasi Wali Kota Parepare, Taufan Pawe (TP), Jokowi menyebut Taufan “hebat”, karena bisa dekat dengan Habibie.

“Biasanya Pak Habibie sulit dihubungi, kenapa hari itu saya coba-coba kontak eh langsung beliau angkat, langsung saja saya minta beliau bicara dengan Pak Jokowi. Saya sodori telepon bilang Pak Habibie mau bicara, Pak Jokowi sempat kaget, tapi setelah itu Pak Jokowi santai berbicara dengan Pak Habibie, bahkan cukup lama,” papar Taufan.

“Setelah bertelepon dengan Pak Habibie, Pak Jokowi bilang hebat Wali Kota Parepare bisa dekat dengan Pak Habibie, dan membangun kotanya dengan ikon Habibie,” lanjut Taufan, Selasa, 3 Juli 2018.

Karena itu kata Taufan, Jokowi mendorong agar ikon Habibie di Parepare, seperti Institut Teknologi Habibie (ITH) dan Museum BJ Habibie secepatnya terealisasi.

“Pak Jokowi sempat tanya tentang Museum BJ Habibie, saya jelaskan jika Pak Habibie sudah mewakafkan semua tanda jasanya dan ikon-ikonnya untuk Museum BJ Habibie, dengan syarat dibangun di rumah tempat lahirnya. Inilah yang sementara kita upayakan,” terang Taufan.

Selain soal Habibie, yang juga serius dibahas Jokowi bersama TP saat berada di Parepare, Senin, 2 Juli 2018, adalah fenomena calon kepala daerah petahana yang didiskualifikasi, termasuk TP namun dibatalkan oleh MA.

“Pak Jokowi tahunya tentang calon wali kota Makassar, tapi Pj Gubernur Pak Soni Sumarsono bilang, calon wali kota Parepare juga sempat didiskualifikasi, namun dibatalkan oleh MA. Oh ya, kata Pak Jokowi, dia pun membahas serius,” ungkap Taufan.

Di hadapan Jokowi, Taufan meminta agar UU Pilkada itu ditinjau ulang atau direvisi karena mudah menjerat calon petahana. Itu akan membuat calon kepala daerah petahana tidak mau berimprovisasi karena takut programnya bermasalah.

Hal lain yang berkesan bagi Taufan terhadap sosok Jokowi adalah kesederhanaan dan kesan “apa adanya”. “Sudah makan, dia menarik saya ke lantai dua (Restoran Asia, red), untuk wudhu bersama dan salat (Lohor) berjamaah. Setelah salat, tangan saya kembali ditarik mengikutinya sambil berbisik untuk seriusi ITH dan Museum BJ Habibie,” kisah Taufan.

Saat akan melepas Jokowi ke Sidrap, Taufan mengungkap kebanggaan sudah dikunjungi oleh dua orang nomor satu Indonesia. Pertama di awal masa jabatannya sebagai Wali Kota Parepare oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan kedua di penghujung masa jabatan periode pertamanya oleh Presiden Jokowi. (*)


div>