JUMAT , 21 SEPTEMBER 2018

Segera, Sampah Bisa Tukar Emas

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Sabtu , 20 Mei 2017 14:43
Segera, Sampah Bisa Tukar Emas

Ketua Tim Penggerak PPK Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail, Direktur Bank Sampah Indonesia Saharuddin Ridwan bersama Koordinator Project National Institut for Enviromental Studies, Rieko Kubota, memotong tumpeng pada kegiatan re-lounching Makassar Green and Clean program Bank sampah di Kediaman Wali Kota Makassar, JlAmirullah, Jumat (19/5). foto: muh alief/rakyatsulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Program Bank Sampah yang digagas Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto diklaim berjalan sukses. Kehadiran progran bank sampah dinilai memberikan dampak signifikan, terutama dari sisi ekonomi masyarakat Makassar.

Melalui program ini, masyarakat bisa menukar langsung sampah dengan beragam kebutuhan rumah tangga.

Kini, program bank sampah sedang dirancang untuk melayanni penukaran emas. Sampah tukar emas akan diterapkan di seluruh unit bank sampah di Kota Makassar.

“Sudah banyak produk yang bisa ditukar dengan sampah, terutama pada produk dan kebutuhan rumah tangga. Kita akan mencoba terapkan lagi sampah tukar emas,” ungkap Direktur Bank Sampah Indonesia Saharuddin Ridwan saat re-lounching Makassar Green and Clean program Bank sampah di Kediaman Wali Kota Makassar Jl Amirullah, Jumat (19/5).

Kegiatan yang mengangkat tema “Peran Perempuan dalam Perspektif Program Pengelolaan Bank Sampah” itu juga dihadiri Ketua Tim Penggerak PPK Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail, Koordinator Project National Institut for Enviromental Studies, Rieko Kubota, Pegadaian serta 400 unit bank sampah dari seluruh kecamatan se-Makassar.

Pada kesempatan ini, Indira memberikan semangat kepada para pengurus atau pengelolah bank sampah terutama kepada para ibu rumah tangga untuk tetap konsisten menjaga kebersihan lingkungan.

“Jangan berpuas diri walaupun sudah banyak orang (luar) yang datang belajar pengelolaan bank sampah di Makassar,” kata Indira diberitakan Rakyat Sulsel, Sabtu (20/5).

[NEXT-RASUL]

Menurut Indira, masih banyak yang perlu disempurnakan. “Kita tidak hanya mengejar dari sisi ekonominya tapi yang paling penting adalah lingkungannya karena ini untuk anak cucu kita,” lanjut Indira.

Dia berharap bahwa bank sampah tersebut terus dikembangkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya masyarakat yang bermukim di lorong. (***)


div>