MINGGU , 23 SEPTEMBER 2018

Seharusnya, MUI Juga Bersikap Keras Dalam Kasus E-KTP Dan Korupsi Al Quran

Reporter:

Editor:

faisalpalapa

Minggu , 30 April 2017 00:10
Seharusnya, MUI Juga Bersikap Keras Dalam Kasus E-KTP Dan Korupsi Al Quran

Ilustrasi.

RAKYATSULSEL.COM –! Majelis Ulama Indonesia (MUI) diminta bersikap tegas terhadap kasus-kasus korupsi yang merugikan rakyat Indonesia, dan umat Islam pada khususnya.

Salah satunya, MUI bisa menyikapi kasus korupsi proyek pengadaan E-KTP yang menjerat banyak anggota DPR RI dan pejabat Kementerian Dalam Negeri. Apalagi, kerugian negara diduga mencapai Rp 2,3 triliun dalam perkara itu.

Menurut Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW), Donal Fariz, perkara korupsi E-KTP telah merugikan umat Islam sebagai penduduk mayoritas di Indonesia. Sebagai pimpinan umat, seharusnya MUI mengeluarkan pernyataan keras mengenai kasus tersebut.

“Kita berharap MUI juga mengeluarkan seruan, kalau enggak mau keluarkan fatwa, yang mengharamkan masyarakat memilih kembali wakil-wakil rakyat yang terlibat di dalam kasus korupsi E-KTP. Serta mengecam partai-partai yang memperlemah KPK dalam kerja-kerja pemberantasan korupsi,” ujar Donal saat diskusi bertajuk “DPR Mengangket” di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (29/4).

Donal menilai MUI bisa menggunakan pengaruh yang sangat besar jika mau mengangkat isu anti korupsi. Sebab, bukan hanya kasus E-KTP yang telah merugikan umat. Kemarin, KPK menahan satu lagi tersangka korupsi proyek pengadaan Al Quran, yaitu Ketua DPP Golkar Bidang Pemuda dan Olahraga, Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq.

 

[NEXT-RASUL]
Menurut Donal, sejauh ini belum ada demonstrasi besar-besaran menuntut hukuman berat bagi para pelaku korupsi yang telah merugikan umat. Termasuk, dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Al Quran dan laboratorium komputer di Kementerian Agama.

Padahal, seruan atau fatwa dari MUI bisa membuka jalan terhadap gerakan anti korupsi yang lebih masif. Sayangnya, sampai sekarang hal itu belum terjadi.

“Seharusnya MUI sebagai pimpinan umat bersikap, umat dibohongi, Al Quran dikorupsi. Umat dibohongi, uang pajak yang dibayar dirampok Rp 2,3 triliun. Seharusnya marahlah MUI. Jadi kita tunggulah pernyataan sikap MUI,” tutup Donal. [ald]


div>